PEMBAHASAN DAN HASIL PERKEMBANGAN PROCESSOR DARI GENERASI KE GENERASI
CPU (Central Processing Unit) atau Processor adalah komponen
berupa chip atau IC berbentuk persegi empat yang merupakan otak dan pengendali
proses kinerja komputer, dengan dibantu oleh komponen lainnya. Satuan kecepatan
processor adalah Mhz (Mega Heartz) atau Ghz (1000 MegaHeartz). Semakin
besar nilainya, semakin cepat proses eksekusi pada komputer. Tanpa processor
komputer hanyalah sebuah mesin yang tak bisa apa-apa. Pekembangan processor
dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang begitu cepat bahka para pioner
seperti Intel dan AMD selalu bersaing. Banyak sejarah-sejarah yang dialami
processor-processor Intel sebelum Processor tersebut menjadi sehebat sekarang
yang processornya sekarang dijuluki Otak Komputer tercepat di dunia yaitu Core
i7 dan Corei7 Extreem yang tercepatnya.
1.
Bagian –
bagian dalam processor
a. ALU (Arithmetic
and Logical Unit)
Tugas utama ALU adalah melakukan semua perhitungan aritmatika (matematika)
yang terjadi sesuai dengan intruksi program. ALU melakukan semua operasi
aritmatika dengan dasar penjumlahan sehingga sirkuit elektronik yang digunakan
disebut adder.
Tugas lain ALU adalah melakukan keputusan operasi logika sesuai dengan
instruksi program. Operasi logika meliputi perbandingan dua operand dengan
menggunakan operator logika tertentu, yaitu sama dengan (=), tidak sama dengan,
kurang dari (<), kurang atau sama dengan (<=), lebih besar dari (>),
dan lebih besar atau sama dengan (=>).
b. CU (Control
Unit)
CU merupakan pengatur lalu lintas data yang mempunyai fungsi berikut.
- Mengatur dan mengendalikan alat input dan output.
- Mengambil instruksi memori utama.
- Mengambil data memori utama (jika diperlukan) untuk diproses.
- Mengirim instruksi ke ALU jika terdapat perhitungan aritmatika atau perbandingan logika serta mengawasi kerja ALU.
- Menyimpan hasil proses ke memori utama.
c. MU (Memory
Unit)
MU adalah alat penyimpanan kecil yang mempunyai kecepatan akses cukup
tinggi. Digunakan untuk menyimpan data dan intruksi yang sedang diproses,
sementara data dan intruksi lain yang menunggu giliran untuk diproses masih
disimpan dalam memori utama. Memori ini disebut cache memory yang
dibenamkan pada processor sehingga processor akan lebih cepat
melakukan proses eksekusi.
2.
fungsi sebuah processor
a. Tempat
mengatur semua intruksi program pada komputer.
b. Pengelola
semua aktivitas kinerja di dalam komputer.
3.
Istilah-istilah
yang digunakan pada teknologi processor
a) Bus clock
atau FSB (Front Side Bus)
Bus clock adalah lebar jalur transfer data
pada processor yang berfungsi mengirim dan mengambil data dari komponen
komputer. FSB ini sering digunakan dengan istilah “PC”. Sebagai gambaran, Intel
Pentium IV 1.6 Ghz PC-400, berarti processor tersebut bekerja pada bus
atau FSB 400 Mhz dan dalam satu kali pengiriman data, processor mampu
mengirim data sebanyak 400 juta. Kemampuan FSB pada processor harus
ditunjang dengan kemampuan FSB yang dimiliki motherboard agar diperoleh
kinerja yang maksimal.
b) Clock speed
processor
Clock speed processor adalah
kecepatan processor dalam melakuan proses data atau eksekusi perintah
yang bisa diselesaikan dalam waktu satu detik. Misalnya, Intel Pentium IV 1,6
Ghz, berarti processor mempunyai kecepatan untuk eksekusi perintah
sebesar 1600 juta dalam satu detik. Semakin besar nilai clock speed,
semakin cepat processor tersebut menyelesaikan pekerjaannya.
Nilai pada clock speed pada processor diperoleh dari hasil
perkalian antara FSB dan multiplier yang ada pada motherboard.
Contohnya, komputer Pentium IV 2,66 Ghz (2660 Mhz) dengan FSB atau PC 133 Mhz
dan nilai multiplier yang digunakan sebesar 20x, sistem perkalian yang
digunakan adalah clock speed (2660 Mhz) = FSB (133 Mhz) x multiplier
(20).
c) Cache memory
Cache memory adalah jenis memori yang dibenamkan
pada processor dan berfungsi menyimpan perintah yang dilakukan oleh processor.
Cache memory pada processor dibagi menjadi dua macam:
- Cache first level atau dikenal dengan cache L1. Umumnya, processor menggunakan L1 berkembang mulai darri 8Kb, 64Kb, sampai 128Kb.
- Cache second level atau dikenal dengan cache L2 . Ini umumnya processor memiliki kapasitas lebih besar daripada yang digunakan pada cache L1 dan sekarang dikenal dengan istilah “core”. Pada jenis processor lama, cache L2 terdapat pada motherboard. Namun, perkembangan processor jenis yang baru cache L2 ini sudah dibenamkan langsung di dalam processor sehingga lebih mempercepat kinerja processor untuk mengeksekusi dan transfer data. Kapasitas cache L2 berkembang mulai 128MB hingga yang terbaru mencapai 2GB.
d) Overclock
CPU (Central Processing Unit)
Overclock CPU adalah teknik untuk
meningkatkan atau menaikkan nilai clock speed processor dari
kecepatan normal yang dimiliki oleh processor. Overlock ini
dilakukan dengan mengubah setting nilai FSB dan multiplier pada motherboard.
Pada motherboard dan processor jenis lama, setting
dilakukan dengan mengubah posisi jumper FSB atau multiplier pada motherboard,
sedangkan pada jenis motherboard yang baru, setting overclock
dilakukan dengan mengubah nilai FSB dan multiplier yang ada pada BIOS.
Contoh teknik overclock, yaitu clock speed (2660 Mhz) = FSB (133
Mhz) x multiplier (20), diubah menjadi clock speed 2800 Mhz
dengan mengganti nilai multipllier menjadi 21.
Teknik overclock ini akan lebih mempercepat kinerja komputer, tetapi
akan menyebabkan komputer lebih cepat panas dan rusak jika tidak ditunjang
dengan sistem pendingin komputer yang terbaik. Processor akan lebih
cepat dalam mengatur dan mengelola semua instruksi program dalam kinerjanya,
jika didukung dengan kapasitas FSB dan L2 cache yang tinggi,
dibandingkan dengan processor yang memiliki nilai clock speed atau
CPU clock yang tinggi. Misalnya, perbandingan kecepatan processor
dengan clock speed 2,8 Ghz, L2 cache 1 MB dan FSB 533 Mhz (processor
kelas Pentium IV) dengan processor clock speed 1,86 Ghz, L2 Cache
2 MB, dan FSB 1066 Mhz (processor kelas Core 2 duo), kinerja processor
kelas core 2 duo akan lebih cepat dibandingkan kinerja processor
kelas Pentium IV, walaupun memiliki nilai clock speed lebih rendah
dibandingkan processor kelas Pentium IV.
4.
Troubleshooting
a. Masalah pada
processor biasanya menyebabkan tampilan pada layar blank tanpa
bunyi apa pun. Hal ini terjadi karena:
- Processor mati atau rusak
- Processor terbakar akibat suhu terlalu panas yang karena melakukan overclock atau karena kipas pada processor tidak berfungsi.
b. Solusinya
adalah dengan mengganti dengan processor yang baru.
Berikut ini beberapa cara untuk merawat processor, agar selalu
berfungsi dengan baik:
- Gunakan heatsink dan kipas yang bagus.
- Sering membersihkan heatsink dan kipas yang menempel pada processor.
- Rapikan kabel yang ada di dalam casing.
- Hindari melakukan teknik overclock agar processor tidak mudah panas dan usia processor dapat lebih panjang.
c. Perbedaan processor
antar generasi
- Perbedaan clock speed.
- Perbedaan besar cache size.
- Banyaknya Core dalam suatu processor.
- Processor yang baru lebih sedikit mengkonsumsi daya listrik.
- Perbedaan pada banyaknya bus system dan bus address.
B.
Perkembangan
Processor
1) Pada tahun
1971 prosesor Intel mengeluarkan processor seri MCS4 yang merupakan cikal bakal
dari prosesor i4040. Processor 4 bit ini yang direncanakan untuk menjadi otak
calculator, pada tahun yang sama (1971), intel membuat revisi ke i440. Awalnya
dipesan oleh sebuah perusahaan Jepang untuk pembuatan kalkulator , ternyata
prosesor ini jauh lebih hebat dari yang diharapkan sehingga Intel membeli hak
guna dari perusahaan Jepang tersebut untuk perkembangan dan penelitian lebih
lanjut. Di sinilah cikal bakal untuk perkembangan ke arah prosesor komputer.
2) karena
multivoltage, lalu baru muncul processor i8080, disini ada perubahan yaitu jadi
triple voltage, pake teknologi NMOS (tidak PMOS lagi), dan mengenalkan pertama
kali sistem clock generator (pake chip tambahan), dikemas dalam bentuk DIP
Array 40 pins. Kemudian muncul juga processor 2: MC6800 dari Motorola -1974,
Z80 dari Zilog -1976 (merupakan dua rival berat), dan prosessor-prosessor lain
seri 6500 buatan MOST, Rockwell, Hyundai, WDC, NCR, dst. Z80 full compatible
dengan i8008 hanya sampai level bahasa mesin. Level bahasa rakitannya berbeda
(tidak kompatibel level software). Prosesor i8080 adalah prosesor dengan
register internal 8-bit, bus eksternal 8-bit, dan memori addressing 20-bit
(dapat mengakses 1 MB memori total), dan modus operasi REAL.
3) Pada tahun
1977 muncul prosessor tipe 8085, clock generatornya onprocessor, cikal bakalnya
penggunaan single voltage +5V (implementasi sampai dengan 486DX2, pada DX4
mulai +3.3V, dst).
4) Pada tahun
1978 muncul prosessor i8086, prosesor ini memiliki register 16-bit, bus data
eksternal 16-bit, dan memori addressing 20-bit. Prosessor ini juga dilengkapi
dengan teknologi HMOS, komponen pendukung bus 16 bit sangat langka , sehingga
harganya menjadi sangat mahal.
Untuk menjawab tuntutan pasar yang semakin berkembang, maka Intel
mengeluarkan prosessor tipe i8088 16bit bus internal, 8bit bus external.
Sehingga i8088 dapat memakai komponen peripheral 8bit bekas i8008. IBM memilih
chip ini untuk pebuatan IBM PC karena lebih murah daripada i8086. Kalau saja
CEO IBM waktu itu tidak menyatakan PC hanyalah impian sampingan belaka, tentu
saja IBM akan menguasai pasar PC secara total saat ini. IBM PC first release
Agustus 1981 memiliki 3 versi IBM PC, IBM PC-Jr dan IBM PC-XT (extended
technology). Chip i8088 ini sangat populer, sampai NEC meluncurkan sebuah chip
yang dibangun berdasarkan spesifikasi pin chip ini, yang diberi nama V20 dan
V30. NEC V20 dan V30 adalah processor yang compatible dengan intel sampai level
bahasa assembly (software). Chip 8088 dan 8086 kompatibel penuh dengan program
yang dibuat untuk chip 8080, walaupun mungkin ada beberapa program yang dibuat
untuk 8086 tidak berfungsi pada chip 8088 (perbedaan lebar bus).
5) Di tahun
selanjutnya Intel mengeluarkan prosessor tipe i80186 dan i80188. Sejak
munculnya prosesor tipe i80186, prosessor mulai dikemas dalam bentuk PLCC, LCC
dan PGA 68 kaki.. i80186 secara fisik berbentuk bujursangkar dengan 17 kaki
persisi (PLCC/LCC) atau 2 deret kaki persisi (PGA) dan mulai dari i80186 inilah
chip DMA dan interrupt controller disatukan ke dalam processor. semenjak
menggunakan 286, komputer IBM menggunakan istilah IBM PC-AT (Advanced
Technology)dan mulai dikenal pengunaan istilah PersonalSystem (PS/1). Dan juga
mulai dikenal penggunaan slot ISA 16 bit yang dikembangkan dari slot ISA 8 bit
, para cloner mulai ramai bermunculan. Ada AMD, Harris & MOS yang
compatible penuh dengan intel. Di 286 ini mulai dikenal penggunaan Protected
Virtual Adress Mode yang memungkinkan dilakukannya multitasking secara time
sharing (via hardware resetting).
Lalu untuk meraih momentum yang hilang dari chip i8086, Intel membuat
i80286, prosesor dengan register 16-bit, bus eksternal 16-bit, mode protected
terbatas yang dikenal dengan mode STANDARD yang menggunakan memori addressing
24-bit yang mampu mengakses maksimal 16 MB memori. Chip 80286 ini tentu saja
kompatibel penuh dengan chip-chip seri 808x sebelumnya, dengan tambahan
beberapa set instruksi baru. Sayangnya chip ini memiliki beberapa bug pada
desain hardware-nya, sehingga gagal mengumpulkan pengikut.
6) Pada tahun
1985, Intel meluncurkan desain prosesor yang sama sekali baru: i80386. Sebuah
prosesor 32-bit , dalam arti memiliki register 32-bit, bus data eksternal
32-bit, dan mempertahankan kompatibilitas dengan prosesor generasi sebelumnya,
dengan tambahan diperkenalkannya mode PROTECTED 32-BIT untuk memori addressing
32-bit, mampu mengakses maksimum 4 GB, dan tidak lupa tambahan beberapa
instruksi baru. Chip ini mulai dikemas dalam bentuk PGA (pin Grid Array). Prosesor
Intel sampai titik ini belum menggunakan unit FPU secara internal . Untuk
dukungan FPU, Intel meluncurkan seri 80×87. Sejak 386 ini mulai muncul
processor cloner : AMD, Cyrix, NGen, TI, IIT, IBM (Blue Lightning) dst,
macam-macamnya :
a. i80386 DX
(full 32 bit)
b. i80386 SX
(murah karena 16bit external)
c. i80486 DX
(int 487)
d. i80486 SX
(487 disabled)
e. Cx486 DLC
(menggunakan MB 386DX, juga yang lain)
f. Cx486 SLC
(menggunakan MB 386SX)
g. i80486DX2
h. i80486DX2
ODP
i.
Cx486DLC2
(arsitektur MB 386)
j.
Cx486SLC2
(arsitektur MB 386)
k. i80486DX4
l.
i80486DX4
ODP
m. i80486SX2
n. 14.Pentium
o. Pentium ODP
7) Sekitar
tahun 1989 Intel meluncurkan i80486DX. Seri yang tentunya sangat populer,
peningkatan seri ini terhadap seri 80386 adalah kecepatan dan dukungan FPU
internal dan skema clock multiplier (seri i486DX2 dan iDX4), tanpa tambahan
instruksi baru. Karena permintaan publik untuk prosesor murah, maka Intel
meluncurkan seri i80486SX yang tak lain adalah prosesor i80486DX yang sirkuit
FPU-nya telah disabled. Seperti yang seharusnya, seri i80486DX memiliki
kompatibilitas penuh dengan set instruksi chip-chip seri sebelumnya. AMD dan
Cyrix kemudian membeli rancangan prosesor i80386 dan i80486DX untuk membuat
prosesor Intel-compatible, dan mereka terbukti sangat berhasil. Pendapat saya
inilah yang disebut proses ‘cloning’, sama seperti cerita NEC V20 dan V30. AMD
dan Cyrix tidak melakukan proses perancangan vertikal (berdasarkan sebuah chip
seri sebelumnya), melainkan berdasarkan rancangan chip yang sudah ada untuk
membuat chip yang sekelas.
8) Pada tahun
1993, dan Intel meluncurkan prosesor Pentium. Peningkatannya terhadap i80486:
struktur PGA yang lebih besar (kecepatan yang lebih tinggi , dan pipelining,
TANPA instruksi baru. Tidak ada yang spesial dari chip ini, hanya fakta bahwa
standar VLB yang dibuat untuk i80486 tidak cocok (bukan tidak kompatibel)
sehingga para pembuat chipset terpaksa melakukan rancang ulang untuk mendukung
PCI. Intel menggunakan istilah Pentium untuk meng”hambat” saingannya. Sejak
Pentium ini para cloner mulai “rontok” tinggal AMD, Cyrix . Intel menggunakan
istilah Pentium karena Intel kalah di pengadilan paten. alasannya angka tidak
bisa dijadikan paten, karena itu intel mengeluarkan Pentium menggunakan TM. AMD
+ Cyrix tidak ingin tertinggal, mereka mengeluarkan standar Pentium Rating (PR)
sebelumnya ditahun 92 intel sempat berkolaborasi degan Sun, namun gagal dan
Intel sempat dituntut oleh Sun karena dituduh menjiplak rancangan Sun. Sejak
Pentium, Intel telah menerapkan kemampuan Pipelining yang biasanya cuman ada
diprocessor RISC (RISC spt SunSparc). Vesa Local Bus yang 32bit adalah
pengembangan dari arsitektur ISA 16bit menggunakan clock yang tetap karena
memiliki clock generator sendiri (biasanya >33Mhz) sedangkan arsitektur PCI
adalah arsitektur baru yang kecepatan clocknya mengikuti kecepatan clock
Processor (biasanya kecepatannya separuh kecepatan processor). Jadi Card VGA
PCI kecepatannya relatif tidak akan sama di frekuensi MHz processor yang
berbeda alias makin cepat MHz processor, makin cepat PCI-nya.
9) Pada tahun
1995, kemunculan Pentium Pro. Inovasi disatukannya cache memori ke dalam
prosesor menuntut dibuatnya socket 8. Pin-pin prosesor ini terbagi 2 grup: 1
grup untuk cache memori, dan 1 grup lagi untuk prosesornya sendiri, yang tak
lebih dari pin-pin Pentium yang diubah susunannya. Desain prosesor ini
memungkinkan keefisienan yang lebih tinggi saat menangani instruksi 32-bit,
namun jika ada instruksi 16-bit muncul dalam siklus instruksi 32-bit, maka
prosesor akan melakukan pengosongan cache sehingga proses eksekusi berjalan
lambat. Cuma ada 1 instruksi yang ditambahkan: CMOV (Conditional MOVe).
10) Pada tahun 1996, prosesor Pentium MMX.
Sebenarnya tidak lebih dari sebuah Pentium dengan unit tambahan dan set
instruksi tambahan, yaitu MMX. Intel sampai sekarang masih belum memberikan
definisi yang jelas mengenai istilah MMX. Multi Media eXtension adalah istilah
yang digunakan AMD. Ada suatu keterbatasan desain pada chip ini: karena modul
MMX hanya ditambahkan begitu saja ke dalam rancangan Pentium tanpa rancang
ulang, Intel terpaksa membuat unit MMX dan FPU melakukan sharing, dalam arti
saat FPU aktif MMX non-aktif, dan sebaliknya. Sehingga Pentium MMX dalam mode
MMX tidak kompatibel dengan Pentium.
Bagaimana dengan AMD K5? AMD K5-PR75 sebenarnya adalah sebuah ‘clone’
i80486DX dengan kecepatan internal 133MHz dan clock bus 33MHz. Spesifikasi
Pentium yang didapat AMD saat merancang K5 versi-versi selanjutnya dan Cyrix
saat merancang 6×86 hanyalah terbatas pada spesifikasi pin-pin Pentium. Mereka
tidak diberi akses ke desain aslinya. Bahkan IBM tidak mampu membuat Intel
bergeming (Cyrix, mempunyai kontrak terikat dengan IBM sampai tahun 2005).
Mengenai rancangan AMD K6, tahukah anda bahwa K6 sebenarnya adalah rancangan
milik NexGen? Sewaktu Intel menyatakan membuat unit MMX, AMD mencari rancangan
MMX dan menambahkannya ke K6. Sayangnya spesifikasi MMX yang didapat AMD
sepertinya bukan yang digunakan Intel, sebab terbukti K6 memiliki banyak
ketidakkompatibilitas instruksi MMX dengan Pentium MMX.
11) Pada tahun 1997, Intel meluncurkan
Pentium II, Pentium Pro dengan teknologi MMX yang memiliki 2 inovasi: cache
memori tidak menjadi 1 dengan inti prosesor seperti Pentium Pro , namun berada
di luar inti namun berfungsi dengan kecepatan processor. Inovasi inilah yang
menyebabkan hilangnya kekurangan Pentium Pro (masalah pengosongan cache)
Inovasi kedua, yaitu SEC (Single Edge Cartidge), Kenapa? Karena kita dapat
memasang prosesor Pentium Pro di slot SEC dengan bantuan adapter khusus.
Tambahan : karena cache L2 onprocessor, maka kecepatan cache = kecepatan
processor, sedangkan karena PII cachenya di”luar” (menggunakan processor
module), maka kecepatannya setengah dari kecepatan processor. Disebutkan juga
penggunaan Slot 1 pada PII karena beberapa alasan :
a. Memperlebar
jalur data (kaki banyak – Juga jadi alasan Socket 8), pemrosesan pada PPro dan
PII dapat paralel. Karena itu sebetulnya Slot 1 lebih punya kekuatan di
Multithreading/ Multiple Processor. (sayangnya O/S belum banyak mendukung,
benchmark PII dual processorpun oleh ZDBench lebih banyak dilakukan via Win95
ketimbang via NT)
b. Memungkinkan
upgrader Slot 1 tanpa memakan banyak space di Motherboard sebab bila tidak ZIF
socket 9, bisa seluas Form Factor(MB)-nya sendiri konsep hemat space ini sejak
8088 juga sudah ada. Mengapa keluar juga spesifikasi SIMM di 286? Beberapa
diantaranya adalah efisiensi tempat dan penyederhanaan bentuk.
c. Memungkinkan
penggunaan cache module yang lebih efisien dan dengan speed tinggi seimbang
dengan speed processor dan lagi-lagi tanpa banyak makan tempat, tidak seperti
AMD/ Cyrix yang “terpaksa” mendobel L1 cachenya untuk menyaingi speed PII
(karena L2-nya lambat) sehingga kesimpulannya AMD K6 dan Cyrix 6×86 bukan cepat
di processor melainkan cepat di hit cache! Sebab dengan spec Socket7 kecepatan
L2 cache akan terbatas hanya secepat bus data/ makin lambat bila bus datanya
sedang sibuk, padahal PII thn depan direncanakan beroperasi pada 100MHz (bukan
66MHz lagi). Point inilah salah satu alasan kenapa intel mengganti chipset dari
430 ke 440 yang berarti juga harus mengganti Motherboard.
12) Pada tanggal 6 Oktober 1998, Intel
Corporation meliris prosessor rangkap versi
tercepat Intel® Pentium® II Xeon™ dengan kecepatan 450 MHz, dirancang
khusus untuk digunakan pada Prosessor-dual (two-way) Workstation dan servers.
Prosessor baru ini di harapkan mampu membangun sebuah kepercayaan yang kokoh
agar Pentium® II Xeon™ dapat di terima di pasaran dan bisa dijadikan prosessor
dasar bagi semua Workstation dan Servers. Prosessor rangkap
(Dual-processor/two-way) akan membuat para users secara tidak langsung pindah
ke prosessor generasi baru ini, hal ini dikarenakan berbagai problem yang
selama ini pelik di selesaikan oleh prosessor-prosessor terdahulu seperti
Mission-Critical. System Vendor yang mencakup Compaq, Dell, Fujitsu, Gateway,
HP, IBM, Intergraph, NEC, Siemens Nixdorf (SNI), TriStar dan UMAX telah
merencanakan untuk beralih ke Prosessor baru ini yang konon akan membawa mereka
ke tingkat pemrosesan data yang lebih menakjubkan. “Perkembangan teknologi
prosessor Intel terus mendorong cara kerja komputer ke tingkatan yang lebih
tinggi lagi, menghasilkan perluasan yang sangat pesat pada sektor pemasaran
pada Workstation dan Servers”, jelas Anand Chandrasekher, Divisi Produksi
Intel® Workstation. “Suatu tanda yang sangat menggembirakan bagi kami ketika
peluncuran Prosessor Pentium® II Xeon™ ke pasaran; banyak konsumen baru yang
sangat tertarik pada arsitektur Prosessor ini, oleh karena itu peluncuran
perdana Prosessor pentium® II Xeon™ dengan kecepatan 450 MHz, seharusnya mampu
mempercepat trend pengembangan prosessor yang berkecepatan tinggi di masa
kini”. Seperti anggota keluarga yang lain dari Intel® Inside microprocessor,
hal yang paling menonjol pada prosessor Pentium® II Xeon™ 450 MHz adalah
Chaches Level 2 (L2) yang lebih besar, kecepatan pemrosesan data, penanganan
khusus pada proteksi arus panas, Kemampuan Multiprosessing, dan 100-MHz Bus
sistem. AGPset Intel® 440GX untuk Workstation dan servers dengan satu atau dua
prosessor mampu menyediakan support memory hingga 20-GB dan Grafik AGP yang
lebih halus dan lebih real. Prosessor ini juga menunjang pengembangan Sistem Operasi
seperti Windows NT(New Technology) untuk Workstation, Windows NT untuk Servers,
Netware dan UNIX. Prosessor Pentium® II Xeon™ 450 MHz dengan 512 KB L2 cache
seharga $824, sekitar Rp. 5.768.000,- (kurs Rp 7000,- per Dollar); Prosessor
Pentium® II Xeon™ 450 MHz empat jalur (Four-way) jika tidak berhalangan akan
terealisasi di awal tahun 1999.
13) Pada tahun 1999, Intel mengeluarkan
prosessor dengan tipe Intel® Pentium® III Processor. Processor Pentium III
merupakan processor yang diberi tambahan 70 instruksi baru yang secara dramatis
memperkaya kemampuan pencitraan tingkat tinggi, tiga dimensi, audio streaming,
dan aplikasi-aplikasi video serta pengenalan suara. Disamping itu pada tahun
yang sama Intel juga mengeluarkan prosesor tipe Intel® Pentium® III Xeon®.
Processor Intel ini kembali merambah pasaran server dan workstation dengan
mengeluarkan seri Xeon tetapi jenis Pentium III yang mempunyai 70 perintah
SIMD. Keunggulan processor ini adalah ia dapat mempercepat pengolahan informasi
dari sistem bus ke processor, yang juga mendongkrak performa secara signifikan.
Processor ini juga dirancang untuk dipadukan dengan processor lain yang
sejenis.
14) Pada tahun 2000, Intel mengeluarkan
prosessor dengan tipe Intel® Pentium® 4 Processor. Processor Pentium IV
merupakan produk Intel yang kecepatan prosesnya mampu menembus kecepatan hingga
3,06 GHz. Pertama kali keluar processor ini berkecepatan 1.5 GHz dengan form
factor pin 423, setelah itu intel merubah form factor processor Intel Pentium 4
menjadi pin 478 yang dimulai dari processor Intel Pentium 4 berkecepatan 1,3
GHz sampai yang terbaru yang saat ini mampu menembus kecepatannya hingga 3,4
GHz.
15) Pada tanggal 9 Agustus 2006, Intel
Corporation meluncurkan prosesor Intel Core 2 Duo yang ditujukan bagi PC dan
workstation desktop dan laptop consumer dan bisnis – prosesor dengan teknologi
yang dapat menghasilkan kinerja lebih, konsumsi daya lebih kecil, serta
keleluasaan pemakaian bagi para penggunanya. “Prosesor-prosesor Core 2 Duo
adalah prosesor-prosesor terbaik di dunia,” kata Paul Otellini, Presiden dan
CEO Intel. “Terakhir kali industri melihat inti komputer dibuat kembali seperti
ini adalah ketika Intel memperkenalkan prosesor Pentium. Prosesor Core 2 Duo
desktop berisi 291 juta transistor namun hanya mengkonsumsi daya 40 persen
lebih sedikit dan tetap dapat menghasilkan kinerja yang dibutuhkan bagi
aplikasi-aplikasi masa sekarang dan mendatang.” Keluarga prosesor yang sudah
ditunggu-tunggu ini telah memiliki dukungan luas dengan lebih dari 550 rancangan
sistem para manufaktur komputer – paling banyak dalam sejarah Intel. Pada
akhirnya, puluhan ribu pelaku usaha akan menjual komputer-komputer atau
komponen-komponen dengan menggunakan prosesor-prosesor ini.
Prosesor-prosesor Intel Core 2 Duo dibangun di beberapa fasilitas
manufaktur bervolume tinggi dan canggih di dunia menggunakan proses
berteknologi silikon 64-nanometer dari Intel. Versi PC desktop dari
prosesor-prosesor ini juga menghasilkan peningkatan kinerja hingga 40 persen
dan efisiensi daya hingga 40 persen dibandingkan prosesor terbaik Intel
generasi sebelumnya. Menurut beberapa organisasi review independen,
prosesor-prosesor ini memenangkan lebih dari sembilan dari 10 benchmark kinerja
server, PC desktop dan PC gaming. Keluarga prosesor Intel Core 2 Duo terdiri
dari prosesor-prosesor PC desktop yang dibuat khusus untuk para pengguna dari
kalangan usaha, rumah, dan enthusiast, seperti pemain-pemain game high-end, dan
lima prosesor PC mobile yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup
mobile. Beragam workstation yang menggunakan prosesor Intel Core 2 Duo juga
akan menghasilkan kinerja yang memimpin industri dalam hal desain, pembuatan
konten dan komputasi teknis. Keluarga prosesor ini didasarkan pada arsitektur
mikro Intel Core yang revolusioner, dirancang untuk menghasilkan kinerja yang
bertenaga namun dengan pemakaian daya efisien. Dengan kekuatan dua inti, atau
mesin komputasi, prosesor-prosesor ini bisa mengerjakan banyak pekerjaan dengan
lebih cepat. Prosesor-prosesor ini juga bisa bekerja tanpa masalah saat
menjalankan lebih dari satu aplikasi, seperti membuat e-mail ketika sedang
men-download musik atau video dan melakukan scan virus. Chip-chip inti-ganda
ini juga meningkatkan performa beragam aplikasi seperti melihat dan memainkan
video definisi tinggi, melindungi PC dan aset-asetnya selama transaksi
e-commerce, dan memungkinkan umur batere yang lebih baik untuk
notebook-notebook yang lebih ramping dan ringan.
Konsumer dan
dunia usaha akan memiliki dua pilihan untuk membeli prosesor-prosesor Intel
Core 2 Duo sebagai bagian dari platform-platform berfokus pasar utama dari
Intel, yang terdiri dari teknologi-teknologi hardware dan software Intel yang
dibuat khusus untuk kebutuhan-kebutuhan komputasi spesifik, termasuk teknologi
Intel vPro untuk dunia usaha, teknologi bergerak Intel Centrino Duo untuk
laptop, dan teknologi Intel Viiv untuk pengguna di rumah. Prosesor-prosesor
Intel Core 2 Duo memiliki banyak inovasi tingkat lanjut, seperti:
a) Intel Wide
Dynamic Execution
Meningkatkan kinerja dan efisiensi. Masing-masing inti bisa menyelesaikan
hingga empat instruksi penuh secara bersamaan menggunakan sebuah pipeline
14-tahap yang efisien. Intel Smart Memory Access – Meningkatkan kinerja sistem
dengan menyembunyikan latency memori, yang kemudian mengoptimalkan penggunaan
bandwidth data komputer yang tersedia untuk menyediakan data ke prosesor ketika
dibutuhkan.
b) Intel
Advance Smart Cache
Memiliki sebuah cache atau cadangan memori L2 yang berbagi untuk mengurangi
daya dengan meminimalkan “lalu lintas” memori tapi meningkatkan kinerja dengan
memungkinkan satu inti untuk menggunakan seluruh cache ketika core yang lain
sedang tidak bekerja. Hanya Intel yang menyediakan kemampuan ini di seluruh
segmen.
c) Intel
Advanced Digital Media Boost
Secara efektif menggandakan kecepatan eksekusi untuk instruksi-instruksi
yang banyak digunakan di aplikasi-aplikasi multimedia dan grafis. Intel 64
Technology – Penambahan ke arsitektur Intel 32-bit ini mendukung komputasi
64-bit, termasuk memungkinkan prosesor untuk mengakses memori yang lebih besar.
d) Intel
Dynamic Power Coordination
Mengkoordinasikan transisi-transisi Enhanced Intel SpeedStep® Technology
dan tahap manajemen daya idle (C-states) secara independen per inti untuk
membantu mengirit daya.
e) Intel
Dynamic Bus Parking
Memungkinkan penghematan daya dan umur batere yang lebih baik dengan
memungkinkan chipset untuk menurunkan daya bersama dengan prosesor dalam modus
frekuensi rendah.
Enhanced Intel Deeper Sleep dengan Dynamic Cache Sizing – Menghemat daya
dengan “menguras” data cache ke memori sistem selama periode ketidak-aktifan
untuk menurunkan voltasi prosesor.
16) Pada tahun
2008, dikeluarkan produk terbarunya yaitu prosessor tipe Intel Core 2 Extreme
Quad Core. Produk terbarunya tersebut diberi nama Core 2 Extreme QX9300
processor dengan fitur 45W TDP dan memberikan perhatian khusus pada sisi
pendingin atau cooling system. The New Intel Core 2 Extreme QX9300 ini memiliki
Core clock set pada 2.53GHz dan mengusung FSB atau Front Side Bus sebesar 1066
serta memiliki cache memory sebesar 12MB. Acara peluncuran prosesor quad core
ini hanya 2hari sebelum jadwal IDF 2008 dimulai. Untuk masalah harga, The New
Core 2 Extreme ini memberikan fasilitas yang cukup menjanjikan namun harga yang
ditawarkan relative murah untuk kemampuan sebuah processor yang luar biasa.
Adapun harga untuk mobile processor ini berkisar $1038 dimana pihak Intel
telah melakukan sedikit kesepakatan untuk menentukan harga dari processor
QX9300 ini. Sebagai perbandingan, Dual Core Mobile Chip dengan fitur sejenis
yaitu clock speed sebesar 2.53Ghz dengan harga $340, namun kinerja nya 3x lebih
lambat jika dibandingkan dengan QX9300. Tentu saja jika ingin menyamai QX9300
maka penggunanya akan membayar harga yang lebih mahal. Berdasarkan sumber lain
dari tim pengembang Quad Core, pengembangan pun akan dilakukan untuk merambah
pangsa pasar desktop.
17) Intel juga
meliris jenis prosesor lain yaitu dengan nama Core 2 Quad Q8200. Prosesor ini
memiliki Core clock sebesar 2.33GHz dan direncanakan untuk diperkenalkan pada
bulan Agustus tepatnya tanggal 31. Processor ini memiliki FSB atau front side
bus sebesar 1333 dan besar cache memory 4MB. Berdasarkan keterangan pihak
Intel, harga untuk prosesor ini yaitu sebesar $224, dimana ini merupakan harga
pasti dan pihak Intel telah memproduksi ribuan unit prosesor ini untuk
dipasarkan secara luas. Sehingga Q8200 ini menjadi processor termurah dikelas
quad core processor yang mengusung teknologi 45nm fabrication technology line.
Processor Q9300 dengan core clock 2.5GHz dan Processor Q9400 dengan clock
2.66GHz dipasarkan dengan harga $266.
18) Prosesor i3,
i5, i7, dan i9
Saat ini notebook terbaru yang memakai prosesor Intel sudah mulai memakai
keluarga Intel Core i. Ada yang dinamakan Core i3, Core i5, dan Core i7.
Ketiganya adalah pengganti resmi dari jajaran prosesor Intel Core2 (Core2
solo, Core2 Duo, Core2 Quad). Perbaikan apa saja yang ditawarkan dengan jajaran
Core i ini? Kami akan coba jelaskan sesederhana mungkin mengenai jajaran baru prosesor
notebook ini.
a)
Nehalem
Semua prosesor Intel dengan nama
Core i dibangun dengan dasar arsitektur yang diberi nama Nehalem. Secara
sederhana, arsitektur baru ini menawarkan performa yang lebih tinggi dengan
pengaturan konsumsi daya yang jauh lebih baik. Ada beberapa hal yang merupakan
keunggulan dari arsitektur Nehalem secara umum, jika dibandingkan dengan
arsitektur Core sebelumnya.
b)
Penggabungan
komponen
Pada Nehalem, ada beberapa komponen
yang digabungkan menjadi satu di dalam prosesor. Hal yang paling penting adalah
penggabungan pengendali memori (RAM) ke dalam prosesor. Sebelumnya, pengendali
ini terletak di luar prosesor. Dengan dimasukkannya pengendali memori ke dalam
prosesor, kecepatan aliran data antara prosesor dan memori menjadi lebih
tinggi. Pada prosesor Core i3 M, Core i5 M, dan Core i7 M, Intel bahkan
memasukkan VGA-nya ke dalam prosesor. Hal tersebut tentu saja membuat kemampuan
VGA menjadi lebih baik dibandingkan VGA onboard terdahulu.
c)
Efisiensi
daya, maksimalisasi performa
Pada Core2 Duo (prosesor dengan 2
inti prosesor/2 core), jika kecepatan prosesor adalah 3 GHz, itu berarti kedua
inti prosesor bekerja dengan kecepatan 3 GHz. Saat prosesor beristirahat,
keduanya akan turun kecepatannya secara bersamaan juga. Jadi, kalau ada
software yang hanya bisa menggunakan 1 inti prosesor (contoh: Apitunes), kedua
inti prosesor akan bekerja pada kecepatan tertingginya (3 GHz). Satu inti
prosesor bekerja mengolah data, sementara inti lainnya hanya ikut-ikutan
menaikkan kecepatan tanpa mengolah data.
Pada Nehalem, kondisinya berbeda.
Contohnya pada Core i3 (2 inti prosesor/2 core), kondisi di atas hanya akan
membuat 1 inti prosesor bekerja dan menggunakan kecepatan maksimumnya.
Sementara 1 inti prosesor yang tidak terpakai akan tetap beristirahat untuk
menghemat energi.
d)
Hyper-threading
(HT)
Sebagai analogi, anggap sebuah
prosesor dengan dua inti (dual core) adalah sebuah ruang dengan dua orang di
dalamnya. Pada saat satu orang diminta memasak, kedua tangannya akan bekerja.
Akan tetapi, orang ini sebenarnya masih bisa menerima telepon sembari memasak,
bukan?
Hal yang sama terjadi pada inti
prosesor. Ada bagian-bagian dari inti prosesor tersebut yang tidak terpakai
saat sebuah perintah diberikan padanya. Penyebabnya adalah perintah tersebut
mungkin memang tidak memanfaatkan bagian tertentu dari prosesor. Lalu,
bagaimana caranya kita bisa memanfaatkan bagian yang tidak bekerja tersebut?
Intel menamakan teknologi pemaksimalan kerja prosesor tersebut dengan nama
Hyper-threading (HT).
Sebuah inti prosesor yang memiliki
teknologi HT akan dikenal oleh Operating System (contoh: Windows7) sebagai 2
inti prosesor. Jadi, Operating System dapat memberikan 2 pekerjaan pada sebuah
inti prosesor. Hal ini membuat prosesor berbasis Nehalem mampu bekerja lebih
maksimal dibandingkan pendahulunya.
e)
Turbo boost
Kemampuan ini adalah fitur unggulan
dari sebagian besar prosesor dengan teknologi Nehalem. Ide dasarnya adalah HUGI
(Hurry Up and Get Idle). Teorinya adalah jika sebuah pekerjaan diselesaikan
lebih cepat, prosesor akan bisa beristirahat lebih cepat dan menghemat lebih
banyak energi.
Pada umumnya, tiap prosesor memiliki
batas maksimum konsumsi daya. Mari kita ambil contoh Core i5 (2 inti
prosesor/core) yang kisaran batas konsumsi dayanya adalah sekitar 35 Watt. Jika
VGA dan pengendali memori di dalam Core i5 memakan 10 W dan hanya 1 inti
prosesor yang terpakai, konsumsinya hanya 22.5W, bukan? Lalu, bagaimana caranya
prosesor dapat menyelesaikan pekerjaan dengan lebih cepat, sementara software
tidak menggunakan inti ke-2 yang tersedia? Sisa jatah konsumsi daya yang 12.5W
dapat digunakan Core i5 untuk melakukan Turbo boost. Yang terjadi adalah (pada
Core i5-430M, 2.2GHz), kecepatan 1 intinya bisa dinaikkan hingga 2.53 GHz. Hal
ini dilakukan dengan memanfaatkan sisa jatah konsumsi daya dan memperhatikan
temperature prosesor. Jadi, prosesor 35W ini tidak akan melampaui konsumsi
dayanya, dan tidak akan kepanasan. Sementara itu, software dapat menyelesaikan
pekerjaan lebih cepat.
f)
Arrandale
Nama ini kami angkat untuk membedakan Core i7 QM dengan Core i7 M, Core i5
M dan Core i3 M. Saat ini, Core i7 QM masih menggunakan teknologi Nehalem 45
nm. Meski bertenaga besar sekali, teknologi 45 nm pada Core i7 membuatnya
bekerja sedikit lebih panas. Selain itu, Core i7 QM juga tidak memiliki VGA di
dalam prosesor berinti 4-nya (Quad core).
Arrandale adalah kode untuk prosesor berbasis Nehalem untuk notebook yang
menggunakan teknologi 32 nm dan memiliki VGA terintegrasi di dalam prosesor.
Saat ini, Arrandale hanya memiliki jumlah inti prosesor maksimum 2 (dual core).
Akan tetapi, performanya tetap tinggi dan suhu kerjanya cenderung lebih dingin
dibandingkan Core i7.
g)
Perbandingan
Prosesor
Berikut deskripsi lebih jelasnya mengenai ketiga produk ini:
a. Intel Core
i7
Core i7 sendiri merupakan processor pertama dengan teknologi “Nehalem”.
Nehalem menggunakan platform baru yang betul-betul berbeda dengan generasi
sebelumnya. Salah satunya adalah mengintegrasikan chipset MCH langsung di
processor, bukan motherboard. Nehalem juga mengganti fungsi FSB menjadi QPI
(Quick Path Interconnect) yang lebih revolusioner.
b. Intel Core
i5
Jika Bloomfield adalah codename untuk Core i7 maka Lynnfield adalah
codename untuk Core i5. Core i5 adalah seri value dari Core i7 yang akan
berjalan di socket baru Intel yaitu socket LGA-1156. Tertarik begitu mendengar
kata value ? Tepat ! Core i5 akan dipasarkan dengan harga sekitar US$186.
Kelebihan Core i5 ini adalah ditanamkannya fungsi chipset Northbridge pada inti
processor (dikenal dengan nama MCH pada Motherboard). Maka motherboard Core i5
yang akan menggunakan chipset Intel P55 (dikelas mainstream) ini akan terlihat
lowong tanpakehadiran chipset northbridge. Jika Core i7 menggunakan Triple
Channel DDR 3, maka di Core i5 hanya menggunakan Dual Channel DDR 3. Penggunaan
dayanya juga diturunkan menjadi 95 Watt. Chipset P55 ini mendukung Triple
Graphic Cards (3x) dengan 1×16 PCI-E slot dan 2×8 PCI-E slot. Pada Core i5
cache tetap sama, yaitu 8 MB L3 cache.
Intel juga meluncurkan Clarksfield, yaitu Core i5 versi mobile yang
ditujukan untuk notebook. Socket yang akan digunakan adalah mPGA-989 dan
membutuhkan daya yang terbilang cukup kecil yaitu sebesar 45-55 Watt.
c. Intel Core
i3
Intel Core i3 merupakan varian paling value dibandingkan dua saudaranya
yang lain. Processor ini akan mengintegrasikan GPU (Graphics Processing Unit)
alias Graphics On-board didalam processornya. Kemampuan grafisnya diklaim sama
dengan Intel GMA pada chipset G45. Selain itu Core i3 nantinya menggunakan
manufaktur hybrid, inti processor dengan 32nm, sedangkan memory
controller/graphics menggunakan 45nm. Code produk Core i3 adalah “Arrandale”.
h)
Core i7 QM
Prosesor notebook Core i7 QM memiliki kemampuan tertinggi. Tidak ada VGA di
dalam prosesor ini, tapi 4 inti prosesor (quad core), kecepatan tinggi, dan
Turbo boost adalah andalan utamanya. Prosesor dengan 4 core dan hyper-threading
ini akan dideteksi Windows seakan memiliki 8 inti prosesor! Jika Anda
membutuhkan performa notebook tertinggi yang bahkan mampu bersaing dengan
desktop, ini adalah pilihannya. Umumnya, notebook dengan Core i7 akan memiliki
VGA khusus. Jadi, gamer, pengguna aplikasi grafis (Adobe Photoshop, 3ds Max),
dan pencinta performa tinggi akan menyukainya. Tentu saja, ada harga yang harus
dibayar untuk performa yang tinggi ini.
i)
Core i7 M
Prosesor ini adalah Arrandale (2 inti prosesor) dengan performa terbaik.
Teknologi 32 nm membuatnya bekerja dengan suhu relative rendah. Kecepatan
tinggi, Hyper-threading, dan Turbo boost membuatnya memiliki performa tinggi.
Apabila dipadu dengan VGA tambahan, notebook berbasis Core i7 M akan menjadi
pilihan yang sangat baik bagi pencinta performa tinggi. Kemampuannya bahkan
dapat bersaing dengan Core i7 QM. Tentu saja, dengan harga yang relatif lebih
terjangkau.
j)
Core i5 M
Notebook dengan prosesor ini memang memiliki 2 inti prosesor (dual core).
Akan tetapi, tersedianya Hyper-threading membuatnya tampil seakan memiliki 4
inti prosesor. Turbo boost menjadi andalannya dalam hal performa. Sementara
itu, VGA terintegrasinya sudah mencukupi untuk pemutaran film HD 1080p, bahkan
film Blu-Ray. Jika perlu, beberapa game 3D ringan pun bisa dimainkannya. Jika
Anda menginginkan performa tinggi dengan mobilitas baik, Core i5 adalah pilihan
yang baik. Harganya pun tidak mencekik.
k)
Core i3 M
Meski tidak dilengkapi Turbo boost, performa Core i3 tetap memikat.
Hyper-threading membuat kemampuannya dapat dipakai secara maksimal. VGA-nya pun
sudah lebih dapat diandalkan dibandingkan VGA onboard terdahulu. Jika dana Anda
terbatas namun menginginkan performa dari arsitektur terbaik Intel, Core i3
adalah pilihan yang jauh lebih unggul dibandingkan Core2 Duo.
l)
Pengujian
Singkat
Software yang merupakan simulasi penggunaan berbagai aplikasi (MS Office,
Adobe, 3ds Max, MS Outlook, dsb) ini menunjukkan bahwa bahkan Core i3 330
dengan mudah mengalahkan Core2 Duo T6600. Software yang serupa dengan SYSmark
ini lebih menitikberatkan pada aplikasi sederhana yang umum digunakan notebook.
Hasil ujinya tidak jauh berbeda dengan yang sebelumnya. 3DMark 2006 adalah
software uji kemampuan grafis. Dari pengujian ini tampak bahwa Core i3 330M
saja sudah unggul lebih dari 50% dibandingkan VGA onboard yang dipasangkan pada
Core2 Duo T6600 (Intel GMA 4500MHD). Intel mengeluarkan Prosesor generasi
terbaru yaitu Intel i9 “code name GULFTOWN” [analogi dari i7 + 2, dengan 6 core
fisik, sehingga dengan begitu total thread count dapat mencapai 12 thread
paralel ] dengan 12 MB L3, Rilis pertengahan 2010.
m) Intel Atom
Intel Atom adalah prosesor ultra low power baru dari Intel dengan kode
produksi Diamondville, merupakan prosesor paling hemat energi saat ini untuk PC
desktop, prosesor ini hanya membutuhkan daya sebesar 1 – 2,5 Watt atau hanya sekitar
3% dari daya yang dibutuhkan oleh Prosesor Intel Core 2 Duo (65 Watt), namun
dapat memberikan kemampuan desktop PC X86 seutuhnya, untuk menggenjot fungsi
multimedia. Intel Atom dilengkapi dengan dukungan Streaming SIMD Extensions 3
(SSE3). Prosesor Intel atom diproduksi dengan teknolgi 45nm, dengan 47juta
transistor didalamnya dan ukuran fisik kurang dari 26mm persegi, merupakan
prosesor Intel terkecil saat ini. PC desktop berbasis Intel ATOM diberi istilah
NETTOP yang dapat diartikan sebagai PC yang “low–cost”. “Bukan hanya dari sisi
harga yang terjangkau, lebih dari itu sebenarnya Intel telah memulai era hemat
energi pada dunia komputer khususnya desktop PC sehingga pengertian low-cost
akan mencapai pada biaya pemakaian harian dan kami memulainya pertama kali di
Makassar,” demikian disampaikan oleh Wandy Effendi, Managing Director Elextra
Komputer, melalui media rilis, Rabu 17 September.
PC Hybrid Grand SC530 yang berbasis ATOM cocok untuk semua kalangan, mulai
dari siswa yang baru mulai belajar menggunakan komputer sampai dengan
professional dikantor, ketika di test, PC Hybrid Grand SC530 ternyata sangat
responsif menjalankan aplikasi office (internet, pengetikan, kalkulasi,
tabulasi dan presentasi), serta memadai pada fungsi multimedia seperti memutar
musik dan video.
C. Sejarah
Perkembangan Microprocessor
- Intel Processor 1971 : 4004 Microprocessor. Pada tahun 1971 munculah microprocessor pertama Intel , microprocessor 4004 ini digunakan pada mesin kalkulator Busicom. Dengan penemuan ini maka terbukalah jalan untuk memasukkan kecerdasan buatan pada benda mati.
- 1972 : 8008 Microprocessor. Pada tahun 1972 munculah microprocessor 8008 yang berkekuatan 2 kali lipat dari pendahulunya yaitu 4004.
- 1974 : 8080 Microprocessor. Menjadi otak dari sebuah komputer yang bernama Altair, pada saat itu terjual sekitar sepuluh ribu dalam 1 bulan
- Tahun 1978 : 8086-8088 Microprocessor. Sebuah penjualan penting dalam divisi komputer terjadi pada produk untuk komputer pribadi buatan IBM yang memakai processor 8088 yang berhasil mendongkrak nama intel.
- Tahun 1982 : 286 Microprocessor. Intel 286 atau yang lebih dikenal dengan nama 80286 adalah sebuah processor yang pertama kali dapat mengenali dan menggunakan software yang digunakan untuk processor sebelumnya.
- Tahun 1985 : Intel386™ Microprocessor. Intel 386 adalah sebuah processor yang memiliki 275.000 transistor yang tertanam diprosessor tersebut yang jika dibandingkan dengan 4004 memiliki 100 kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan 4004
- Tahun 1989 : Intel486™ DX CPU Microprocessor. Processor yang pertama kali memudahkan berbagai aplikasi yang tadinya harus mengetikkan command-command menjadi hanya sebuah klik saja, dan mempunyai fungsi komplek matematika sehingga memperkecil beban kerja pada processor.
- Tahun 1993 : Intel® Pentium® Processor. Processor generasi baru yang mampu menangani berbagai jenis data seperti suara, bunyi, tulisan tangan, dan foto.
- Tahun 1995 : Intel® Pentium® Pro Processor. Processor yang dirancang untuk digunakan pada aplikasi server dan workstation, yang dibuat untuk memproses data secara cepat, processor ini mempunyai 5,5 jt transistor yang tertanam.
- 1997 : Intel® Pentium® II Processor. Processor Pentium II merupakan processor yang menggabungkan Intel MMX yang dirancang secara khusus untuk mengolah data video, audio, dan grafik secara efisien. Terdapat 7.5 juta transistor terintegrasi di dalamnya sehingga dengan processor ini pengguna PC dapat mengolah berbagai data dan menggunakan internet dengan lebih baik.
- 1998 : Intel® Pentium II Xeon® Processor. Processor yang dibuat untuk kebutuhan pada aplikasi server. Intel saat itu ingin memenuhi strateginya yang ingin memberikan sebuah processor unik untuk sebuah pasar tertentu.
- 1999 : Intel® Celeron® Processor. Processor Intel Celeron merupakan processor yang dikeluarkan sebagai processor yang ditujukan untuk pengguna yang tidak terlalu membutuhkan kinerja processor yang lebih cepat bagi pengguna yang ingin membangun sebuah system computer dengan budget (harga) yang tidak terlalu besar. Processor Intel Celeron ini memiliki bentuk dan fromfactor yang sama dengan processor Intel jenis Pentium, tetapi hanya dengan instruksi-instruksi yang lebih sedikit, L2 cache-nya lebih kecil, kecepatan (clock speed) yang lebih lambat, dan harga yang lebih murah daripada processor Intel jenis Pentium. Dengan keluarnya processor Celeron ini maka Intel kembali memberikan sebuah processor untuk sebuah pasaran tertentu.
- 1999 : Intel® Pentium® III Processor. Processor Pentium III merupakan processor yang diberi tambahan 70 instruksi baru yang secara dramatis memperkaya kemampuan pencitraan tingkat tinggi, tiga dimensi, audio streaming, dan aplikasi-aplikasi video serta pengenalan suara.
- 1999 : Intel® Pentium® III Xeon® Processor. Intel kembali merambah pasaran server dan workstation dengan mengeluarkan seri Xeon tetapi jenis Pentium III yang mempunyai 70 perintah SIMD. Keunggulan processor ini adalah ia dapat mempercepat pengolahan informasi dari system bus ke processor , yang juga mendongkrak performa secara signifikan. Processor ini juga dirancang untuk dipadukan dengan processor lain yang sejenis.
- 2000 : Intel® Pentium® 4 Processor. Processor Pentium IV merupakan produk Intel yang kecepatan prosesnya mampu menembus kecepatan hingga 3.06 GHz. Pertama kali keluar processor ini berkecepatan 1.5GHz dengan formafactor pin 423, setelah itu intel merubah fromfactor processor Intel Pentium 4 menjadi pin 478 yang dimulai dari processor Intel Pentium 4 berkecepatan 1.3 GHz sampai yang terbaru yang saat ini mampu menembus kecepatannya hingga 3.4 GHz.
- 2001 : Intel® Xeon® Processor. Processor Intel Pentium 4 Xeon merupakan processor Intel Pentium 4 yang ditujukan khusus untuk berperan sebagai computer server. Processor ini memiliki jumlah pin lebih banyak dari processor Intel Pentium 4 serta dengan memory L2 cache yang lebih besar pula.
- 2001 : Intel® Itanium® Processor. Itanium adalah processor pertama berbasis 64 bit yang ditujukan bagi pemakain pada server dan workstation serta pemakai tertentu. Processor ini sudah dibuat dengan struktur yang benar-benar berbeda dari sebelumnya yang didasarkan pada desain dan teknologi Intel’s Explicitly Parallel Instruction Computing ( EPIC ).
- 2002 : Intel® Itanium® 2 Processor . Itanium 2 adalah generasi kedua dari keluarga Itanium.
- 2003 : Intel® Pentium® M Processor. Chipset 855, dan Intel® PRO/WIRELESS 2100 adalah komponen dari Intel® Centrino™. Intel Centrino dibuat untuk memenuhi kebutuhan pasar akan keberadaan sebuah komputer yang mudah dibawa kemana-mana.
- 2004 : Intel Pentium M 735/745/755 processors Dilengkapi dengan chipset 855 dengan fitur baru 2Mb L2 Cache 400MHz system bus dan kecocokan dengan soket processor dengan seri-seri Pentium M sebelumnya.
- 2004 : Intel E7520/E7320 Chipsets 7320/7520 dapat digunakan untuk dual processor dengan konfigurasi 800MHz FSB, DDR2 400 memory, and PCI Express peripheral interfaces.
- 2005 : Intel Pentium 4 Extreme Edition 3.73GHz Sebuah processor yang ditujukan untuk pasar pengguna komputer yang menginginkan sesuatu yang lebih dari komputernya, processor ini menggunakan konfigurasi 3.73GHz frequency, 1.066GHz FSB, EM64T, 2MB L2 cache, dan Hyper Threading.
- 2005 : Intel Pentium D 820/830/840 Processor berbasis 64 bit dan disebut dual core karena menggunakan 2 buah inti, dengan konfigurasi 1MB L2 cache pada tiap core, 800MHz FSB, dan bisa beroperasi pada frekuensi 2.8GHz, 3.0GHz, dan 3.2GHz. Pada processor jenis ini juga disertakan dukungan Hyper Threading.
- 2006 : Intel Core 2 Quad Q6600 Processor untuk type desktop dan digunakan pada orang yang ingin kekuatan lebih dari komputer yang ia miliki memiliki 2 buah core dengan konfigurasi 2.4GHz dengan 8MB L2 cache (sampai dengan 4MB yang dapat diakses tiap core ), 1.06GHz Front-side bus dan thermal design power ( TDP )
- Tahun 2006 : Intel Quad-core Xeon X3210/X3220 Processor yang digunakan untuk tipe server dan memiliki 2 buah core dengan masing-masing memiliki konfigurasi 2.13 dan 2.4GHz, berturut-turut , dengan 8MB L2 cache ( dapat mencapai 4MB yang diakses untuk tiap core ), 1.06GHz Front-side bus, dan thermal design power (TDP).
- 2008 : Intel i7
Referensi:
http://www.newegg.com/Processors-Desktops/SubCategory/ID-343
http://babesajabu.wordpress.com/2009/06/17/pengertian-dan-jenis-processor/
http://www.amd.com/en-gb/products/processors/desktop
http://muhafid878.blogspot.com/2013/07/pengertian-processor-dan-jenisnya.html
http://www.newegg.com/Processors-Desktops/SubCategory/ID-343
http://babesajabu.wordpress.com/2009/06/17/pengertian-dan-jenis-processor/
http://www.amd.com/en-gb/products/processors/desktop
http://muhafid878.blogspot.com/2013/07/pengertian-processor-dan-jenisnya.html






0 komentar:
Posting Komentar