Home » » Virtualisasi Data Center

Virtualisasi Data Center


A. Pengertian Virtualisasi Data Center
        Menurut Andreas, pengertian virtualisasi data center adalah melakukan konsolidasi dan pengurangan jumlah server dalam bentuk fisik. Caranya dengan menciptakan mesin virtual dalam jumlah banyak yang ditempatkan di beberapa host fisik, menggunakan shared storage dan jaringan.
Andreas juga banyak menjelaskan mengenai kelebihan dari virtualisasi server. Dengan adanya pengurangan server dalam bentuk fisik, tentunya CAPEX (Capital Expenditure) dan OPEX (Operating Expenditure) dapat dikurangi. CAPEX dapat turun hingga 60% dan biaya listrik dapat mengalami penurunan hingga 80%. Selain itu, bila ada kebutuhan penambahan server baru, penciptaan virtual mesin jauh lebih cepat daripada cara tradisional. Seorang karyawan TI bisa menciptakan virtual mesin dalam hitungan menit, sedangkan dengan cara tradisional dibutuhkan waktu berminggu-minggu, biasanya dihabiskan untuk pengadaan server dalam bentuk fisik, instalasi, dan konfigurasinya.
           Andreas juga menjelaskan kelebihan dari aplikasi virtualisasi yang diberikan oleh VMware. Ketakutan beberapa orang yang mengganggap virtualisasi tidak mampu menangani masalah kritikal ternyatal salah. Beberapa feature yang ada di aplikasi VMware dapat menangani masalah tersebut. Feature tersebut adalah:
1. vMotion: dapat melakukan migrasi mesin virtual secara live antar host
2. High Availabity: bila satu host mengalami masalah dan down, otomatis akan me-restart virtual           mesin di host yang lain.
3. Distributed Resource Scheduler: melakukan alokasi dan balance penempatan virtual mesin di host-     host berdasarkan kapasitas dan bebannya sehingga menggaransi kinerja virtual mesin.
4. Fault Tolerance: melakukan fail over dengan selalu menciptakan 2 virtual mesin yang identik di 2       host yang berbeda.
    Jadi, Virtualisasi Data Center adalah langkah penting menuju teknologi komputasi awan.
B. Fitur-Fitur Virtualisasi Data Center

1.      VMware
VMWare merupakan salah software virtualisasi yang masih mempin di bidangnya saat ini. Dengan seiringnnya kemajuan teknologi dan kebutuhan banyaknya informasi ataupun tempat penyimpanan data yang aman, maka dengan pelatihan implementasi dan administrasi VMWare ini bisa membantu dalam memenuhi kebutuhan Anda, baik di perusahaan maupun instansi.

2.      VMware VSphare
VMware vSphere sangat penting untuk menyukseskan Software Data Center Tertentu karena menyediakan hardware dan jaringan abstraksi dan penggabungan sumber daya yang diperlukan data center dalam menyebarkan.
File sistem konvensional hanya mengizinkan satu server untuk memiliki akses read-write ke file yang sama pada waktu tertentu. Sebaliknya, VMware vSphere VMFS memungkinkan arsitektur penyimpanan terdistribusi yang memungkinkan beberapa host-host ESXi bersamaan membaca dan menulis akses ke sumber daya penyimpanan bersama sama. VMFS dirancang, dibangun dan dioptimalkan untuk lingkungan virtual. VMFS adalah sistem cluster file kinerja tinggi yang dirancang untuk mesin virtual. VMFS menggunakan journal sistem file meta data terdistribusi berubah untuk memungkinkan pemulihan yang cepat dan tangguh dalam hal kegagalan hardware. VMFS meningkatkan penggunaan sumber daya dengan menyediakan beberapa mesin virtual dengan akses bersama ke gabungan konsolidasi penyimpanan cluster. VMFS juga merupakan dasar untuk layanan infrastruktur terdistribusi seperti migrasi hidup mesin virtual dan file mesin virtual, secara dinamis menyeimbangkan beban kerja melalui seluruh sumber daya perhitungan yang tersedia, me-restart otomatis mesin virtual dan toleransi kesalahan.

3.      VMware VCenter
VCenter merupakan software yang di install untuk mengelola host-host yang ada di data center. VCenter Server perangkat bantu untuk melakukan manajemen virtualisasi, konfigurasi dan provisi sumber daya TI. VCenter Client antar muka membolehkan pengguna melakukan konfigurasu secara remotw terhadap VCenter Server atau ESXi dari PC bersistem operasi Microsoft dan Windows.
a.       Menyederhanakan dan mengoptimalisasikan operasional dengan cara mengintegrasikan manajemen kinerja, kapasitas dan konfigurasi.
b.      Membantu pelanggan menyediakan infrastruktur dengan ukuran yang tepat, sekaligus menangani masalah-masalah kinerja akibat perubahan konfigurasi.
c.       Dilengkapi fungsi untuk mengenali aplikasi baru yang secara otomatis menemukan dan memetakan hubungan dan ketergantungan antara aplikasi dan komponen infrastruktur pendukungnya.

4.      VMotion
vMotion: dapat melakukan migrasi mesin virtual secara live antar host.
VMware® vMotion® merupakan salah satu fitur VMware vCenter Server™ yang memungkinkan perpindahan virtual machine yang sedang berjalan dari suatu host yang telah diinstalasikan VMware ESXi™ ke host lainnya yang telah diinstalasikan VMware ESXi™, tanpa adanya downtime dari virtual machine tersebut.
vMotion memungkinkan keseluruhan kondisi dari virtual machine yang sedang berjalan berada pada proses enkapsulasi pada memory dan tersimpan berupa sekumpulan file pada storage. Untuk kondisi tersebut, vMotion memerlukan setidaknya sebuah jaringan bertipe Gigabit Ethernet yang dikhususkan untuk fitur tersebut dalam rangka perpindahan memory dari satu host ESXi ke host ESXi yang lainnya.
Sekumpulan file virtual machine yang tersimpan pada storage untuk vMotion, tidak memerlukan perpindahan karena antara host sumber dan host tujuan dapat mengakses storage yang berisi sekumpulan file virtual machine tersebut. Perpindahan virtual machine mengelola perubahan nama host, alamat IP dan alamat Media Access Control (MAC). Dengan adanya vMotion tersebut, memungkinkan tingkat layanan yang lebih tinggi dan perpindahan virtual machine dari suatu host ke host yang lain, dalam rangka:
o   Penggunaan hardware yang lebih efisien.
o   Dapat mengakomodasi downtime server yang ditujukan untuk maintenance suatu hardware server host.
o   Pendistribusian beban kerja virtual machine antar berbagai macam host yang telah diinstalasikan ESXi.

5.      VFabric Application Management Suite
Peralihan ke komputasi Awan dan semakin tingginya tuntutan aplikasi mengharuskan organisasi mengkaji ulang bagaimana cara mereka mengembangkan dan mengelola aplikasi. Hal inilah yang mendorong model operasi aplikasi yang terkonvergensi, seperti “DevOps.”
vFabric Application Management Suite kini dilengkapi dengan dua solusi baru yang mengintegrasikan berbagai disiplin aplikasi untuk memadukan dan merampingkan aktivitas operasional dan pengembangan.
Kedua solusi ini mendukung pendekatan “active application management” yang bisa membantu TI memenuhi kebutuhan bisnis terhadap perubahan aplikasi, sekaligus menjaga kinerja dan ketersediaan aplikasi dalam lingkungan yang dinamis secara lebih efisien.

6.      VMware IT Business Management Suite
Memberikan semua hal yang dibutuhkan untuk mengoptimalkan nilai bisnis dari investasi TI, sekaligus mengkomunikasikan nilai tersebut dengan bahasa yang dimengerti.
Terdiri dari IT Finance Manager, IT Service Level Manager dan IT Vendor Manager. Ketiganya mengumpulkan data dari berbagai sumber financial, lalu menerapkan analisis dan pemodelan untuk menyajikan satu tampilan biaya modal, operasional dan layanan TI dengan ukuran-ukuran dan laporan-laporan yang berarti.

7.      VLAN
M. Kozierok (2005:26) mengatakan bahwa, “LAN (Local Area Network) adalah jaringan yang menghubungkan komputer yang relatif dekat satu sama lain yang pada umumnya di dalam satu ruangan atau satu gedung”.
Oppenheimer (2011:15) mengatakan bahwa, “LAN adalah suatu set segment yang diaktifkan berdasarkan pada protokol layer 2 tertentu seperti Fast Ethernet dan interswitch trunking protokol seperti IEEE 802.1Q standard”. Segment sendiri menurut Oppenheimer (2011:15) adalah sebuah jaringan tunggal yang dibatasi oleh sebuah switch atau router, dan didasarkan pada Layer 1 dan Layer 2 protokol tertentu seperti Fast Ethernet.

8.      Distributed Resource Scheduler (DRS)
Suatu cluster merupakan sekumpulan physical host yang telah diinstalasikan ESXi™ berikut himpunan virtual machine yang terbentuk dalam mekanisme virtualisasi. Mekanisme virtualisasi memungkinkan himpunan virtual machine tersebut menggunakan sumber daya komputasi dan perangkat secara berbagi pakai. Sedangkan pengaturan sumber daya cluster DRS dilakukan oleh vmware™ vCenter® Server yang memiliki beberapa kemampuan, diantaranya adalah:
o   Penempatan awal cluster.
o   Distribusi dan penyeimbangan beban kerja cluster.
o   Manajemen daya listrik pada cluster.
Pada penjelasan berikut ini akan penulis uraikan deskripsi dari ketiga kemampuan cluster DRS tersebut:
a.     Deskripsi penempatan awal cluster ; pada saat seorang system administrator virtualisasi menempatkan sebuah virtual machine pada cluster, dengan adanya fasilitas DRS maka virtual machine tersebut ditempatkan pada physical host yang sesuai dengan rekomendasi sistem.
b.     Deskripsi distribusi dan penyeimbangan beban kerja cluster ; mekanisme DRS secara berkala melakukan monitoring terhadap distribusi dan penggunaan sumber daya CPU dan memori untuk semua host dan virtual machine yang terdapat dalam cluster. Mekanisme DRS juga membandingkan ukuran penggunaan CPU, memori, storage dan jaringan pada virtual machine dengan penggunaan sumber daya yang ideal. Selain itu mekanisme DRS memberikan beberapa attribute terhadap himpunan sumber daya untuk cluster dan himpunan virtual machine terhadap kebutuhan dan permintaan komputasi dari para pengguna. Mekanisme DRS selanjutnya menjalankan atau merekomendasikan migrasi virtual machine kepada host yang sesuai, terkait kebutuhan dan permintaan komputasi tersebut.
c.     Deskripsi manajemen daya listrik pada cluster; pada saat fitur Distributed Power Management (DPM) pada vSphere® diaktifkan, DRS membandingkan tingkat kapasitas cluster dan tingkat kapasitas host terhadap permintaan komputasi pada virtual machine dalam cluster dengan memasukkan variabel histori permintaan komputasi saat ini. DRS menempatkan atau memberikan rekomendasi untuk penempatan host pada kondisi stand by untuk host yang berdaya listrik melebihi kapasitas atau memberikan daya listrik pada host yang membutuhkan kapasitas semestinya. Himpunan virtual machine dapat saja dimigrasikan dari satu host ke host yang lain tergantung dari hasil rekomendasi DPM untuk keadaan daya listrik pada host pada cluster. Fitur DPM dan DRS tersebut sangat bermanfaat untuk melakukan efisiensi penggunaan daya listrik pada organisasi/perusahaan, dimana kebutuhan komputasi tinggi pada cluster terjadi pada saat office hour, sehingga daya listrik untuk himpunan host menjadi maksimal pada jam operasional. Setelah para staf dan pengguna komputasi selesai bekerja, atau pada saat out of office hour, maka kebutuhan komputasi pada cluster menjadi lebih rendah, sehingga daya listrik untuk himpunan host menjadi minimal diluar jam operasional.
Pengertian Storage DRS
Storage DRS merupakan salah satu fitur vmware™ vCenter® Server yang digunakan untuk menyeimbangkan beban kerja komputasi secara otomatis antar datastore / storage. Sebelum menggunakan fitur tersebut, seorang system administrator virtualisasi harus mengaktifkan Storage I/O Control pada semua setting cluster storage/datastore pada sistem. Pada saat Storage DRS diaktifkan dengan ukuran I/O metric, maka Storage I/O Control diaktifkan pada semua storage/datastore di cluster storage/datastore. Pengaturan Storage I/O Control melakukan monitoring terhadap ukuran I/O metric pada storage/datastore. Storage DRS menggunakan informasi ukuran I/O metric tersebut untuk menentukan apakah suatu virtual machine perlu dimigrasikan dari satu storage/datastore ke storage/datastore yang lain. Dalam prakteknya, Storage DRS® menggunakan fitur Storage vMotion® untuk penerapan mekanisme penyeimbangan beban kerja storage.


9.      Workstation
Workstation adalah komputer yang memanfaatkan jaringan untuk menghubungkan komputer tersebut dengan komputer lain atau komputer tersebut dengan server.
Sebuah Workstation minimal mempunyai kartu jaringan, aplikasi jaringan (Software jaringan), kabel untuk mrnghubungkan ke jaringan, biasannya sebuah Workstation tidak begitu membutuhkan Floppy karena data yang ingin di simpan dan dapat di letakan di server. Hampir semua jenis komputer dapat digunakan sebagai komputer Workstation.
Pemanfaatan jaringan tersebut dapat berupa sharing data, sharing printer, dan sebagainya. Apabila terjadi kerusakan pada kompuer workstation berarti komputer yang digunakan tidak dapat masuk ke dalam jaringan sehingga tidak dapat berkomunikasi dengan komputer server maupun komputer lain dalam jaringan tersebut.

10.  Virtual Server
Penyembunyian sumber daya server (termasuk jumlah dan identitas individu server fisik, prosesor, dan sistem operasi) dari server pengguna. Tujuannya adalah untuk menghindarkan pengguna dari keharusan untuk memahami dan mengatur rincian rumit sumber daya server dengan tetap memungkinkan resource sharing untuk meningkatkan pemanfaatan sumber daya dan memelihara kapasitas untuk expansion.

11.  Virtual Machine
Staff Departement TI dimudahkan dalam usaha memindahkan atau melakukan duplikasi mesin virtual dengan cara:
a.       Proses enkapsilasi mesin virtual kedalam berkas-berkas.
b.      Tidak tergantung pada perangkat keras server secara fisik.
Mesin virtual memiliki kemampuan untuk menyediakan siklus pemanfaatan sumber daya yang lebih lama, bahkan dapat digunkan sebagai sumber daya bagi legacy applications.
Mesin virtual memungkinkan proses konsolidasi sumber daya (processor, memory, harddisk, storage), sehingga tidak memerlukan penanganan secara fisik dan personal untuk peningkatan spesifikasi sumber daya.


12.  Virtual Switch
Switch fisik, sebuah tombol yang memungkinkan kita untuk terhubung dengan komponen jaringan lainnya secara bersama. Virtual switch yang dibuat oleh software VMware Workstation, dibutuhkan sebanyak Sembilan switch. Kita dapat menghubungkan satu atau lebih mesin virtual ke switch.
Secara default, beberapa switch dan jaringan yang terkait menggunakan nama konfigurasi khusus:
Bridge network menggunakan VMnet0
Jaringan host-only menggunakan VMnet1
Jaringan NAT menggunakan VMnet8

13.  Virtual Computer Layer
Layer ini menghubungkan sumber daya server melalui intelligent compute atau cluster area network (CAN). Konsolidasi compute mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi dengan penggunaan standar server dalam konfigurasi. Kombinasi lapisan virtualisasi penyimpanan (storage) dengan virtualisasi compute layer secara signifikan mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk membuka aplikasi layanan baru.

14.  Virtual Private Data Center
Cloud computing berdasarkan jangkauannya dikategorikan menjadi 3 yaitu public, private dan hybrid cloud. Data center on cloud merupakan bentuk implementasi dari teknologi cloud computing yaitu pada Infrastruktur as a Service (IAS). Virtualisasi data center tujuannya untuk mempercepat dan mengefisiensikan penerapan e-government diberbagai instansi pemerintah.

15.  Virtual Memory
Memori virtual adalah suatu teknik yang memisahkan antara memori logis dan memori fisiknya. Teknik ini menyembunyikan aspek-aspek fisik memori dari pengguna dengan menjadikan memori sebagai lokasi alamat virtual berupa byte yang tidak terbatas dan menaruh beberapa bagian dari memori virtual yang berada di memori logis.
Implementasi nya:

·         Demand paging
Menerapkan konsep pemberian halaman pada proses. Demand paging adalah salah satu implementasi dari memori virtual yang paling umum digunakan. Demand paging pada prinsipnya hampir sama dengan permintaan halaman (paging) hanya saja halaman (page) tidak akan dibawa ke dalam memori fisik sampai ia benar-benar diperlukan.
·         Demand segmentation
Demand Segmentation lebih kompleks diterapkan ukuran segmen yang bervariasi. Segmentasi adalah sebuah bagian dari managemen memori yang mengatur pengalamatan dari memori yang terdiri dari segmen-segmen. Keuntungan dari segmentasi adalah menyangkut masalah pembagian penggunaan kode atau data.
Setiap proses mempunyai tabel segmen yang digunakan oleh dispatcher untuk menentukan tabel segmen dari perangkat keras yang mana akan digunakan ketika proses yang bersangkutan di eksekusi oleh CPU. Segmen akan berbagi ketika anggota dari elemen tabel segmen yang berasal dari dua proses yang berbeda menunjuk ke lokasi fisik yang sama. Pembagian tersebut terjadi pada level segmen, maka, informasi apa pun dapat dibagi jika didefinisikan pada level segmen.

16.  Virtual Network
Virtual network adalah jaringan komputer yang terdiri dari jaringan virtual yang saling terhubung (virtual network link). Virtual Network Link adalah hubungan yang terjadi tanpa koneksi fisik (kabel atau nirkabel) antara dua perangkat komputer, tetapi diimplementasikan dengan menggunakan metode virtualisasi jaringan.
Perangkat yang membangun jaringan virtual:
·         Virtual switch yang dibuat oleh software VMware Workstation, dibutuhkan sebanyak Sembilan switch. Kita dapat menghubungkan satu atau lebih mesin virtual ke switch.
·         Bridge dipasang selama instalasi VMware Workstation ( pada host linux, kita harus memilih untuk membuat jaringan bridge yang tersedia untuk mesin virtual). Bila membuat mesin virtual baru menggunakan jaringan bridge, bridge sudah diatur secara otomatis.
·         Host virtual adapter adalah adapter Ethernet virtual yang muncul untuk system operasi host kita sebagai VMware Ethernet adapter virtual pada host windows dan sebagai antarmuka host-only pada host linux. Host virtual adapter memungkinkan kita untuk berkomunikasi antar host computer dan mesin virtual pada host computer.
·         NAT (network address translation) merupakan perangkat yang memungkinkan kita untuk menghubungkan mesin virtual ke jaringan eksternal ketika kita hanya memiliki satu alamat IP jaringan pada jaringan fisik, dan alamat yang digunakan oleh host komputer.
·         DHCP (host protokol konfigurasi dinamis) server menyediakan alamat jaringan IP untuk mesin virtual dalam konfigurasi yang tidak dijembatani ke jaringan eksternal. Misalnya, host-only dan konfigurasi NAT.
·         Suatu adapter jaringan virtual diatur untuk mesin virtual saat kita membuatnya dengan Mesin Virtual Wizard baru menggunakan berbagai jenis jaringan.

17.  Virtual Network layer consolidation
Lapisan jaringan mengkonsolidasi interkoneksi antara sumber daya jaringan untuk dibagikan. Virtualisasi memungkinkan penugasan dinamis sumber daya jaringan untuk pengguna dan aplikasi dengan layanan seperti Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) dan Network Access Control (NAC).

18.  Virtual Storage
Memori virtual adalah suatu teknik yang memisahkan antara memori logis dan memori fisiknya. Teknik ini menyembunyikan aspek-aspek fisik memori dari pengguna dengan menjadikan memori sebagai lokasi alamat virtual berupa byte yang tidak terbatas dan menaruh beberapa bagian dari memori virtual yang berada di memori logis.

19.  VPN (Virtual Private Network)
VPN adalah singkatan dari virtual private network, yaitu Sebuah cara aman untuk mengakses local area network yang berada pada jangkauan, dengan menggunakan internet atau jaringan umum lainnya untuk melakukan transmisi data paket secara pribadi, dengan enkripsi Perlu penerapan teknologi tertentu agar walaupun menggunakan medium yang umum, tetapi traffic (lalu lintas) antar remote-site tidak dapat disadap dengan mudah, juga tidak memungkinkan pihak lain untuk menyusupkan traffic yang tidak semestinya ke dalam remote-site.  
VPN adalah sebuah koneksi Virtual yang bersifat privat mengapa disebut demikian karena pada dasarnya jaringan ini tidak ada secara fisik hanya berupa jaringan virtual dan mengapa disebut privat karena jaringan ini merupakan jaringan yang sifatnya privat yang tidak semua orang bisa mengaksesnya. VPN Menghubungkan PC dengan jaringan publik atau internet namun sifatnya privat, karena bersifat privat maka tidak semua orang bisa terkoneksi ke jaringan ini dan mengaksesnya. Oleh karena itu diperlukan keamanan data.

20.  High Availabity
Bila suatu host mengalami masalah dan down, otomatis akan me-restart virtual mesin di host yang lain.

21.  Distributed Resource Schduler
Melakukan alokasi dan balance penempatan virtual mesin di host-host berdasarkan kapasitas dan bebannya sehingga menggaransi kinerja virtual mesin.

22.  Fault Tolerance
Melakukan fail over dengan selalu menciptakan 2 virtual mesin yang identik di 2 host yang berbeda.

23.  ETERNUS Advanced Copy
Proses menyalin data kini memanfaatkan fitur akselerasi sumber daya dan peranti keras dari storage array. Dengan cara ini, server terbebas dari operasi read dan write sehingga mempercepat proses secara keseluruhan. Beban kerja server juga berkurang dan pemakaian sumber daya menjadi lebih efektif. Operator datacenter bisa membuat virtual machine secara lebih cepat menggunakan Storage VMotion.

24.  Block Zeroing
Fungsi ini mempercepat inisialisasi peranti keras ketika mengalokasikan kapasitas storage baru. Server kini bisa mengirimkan satu perintah ke array, yang mendelegasikan tugas pengisian kapasitas dengan mengosongkan sistem storage. Fitur ini mengurangi beban kerja server dan mempercepat pengadaan virtual machine. Dengan demikian, jumlah server yang dibutuhkan untuk menangani kinerja aplikasi menjadi lebih sedikit.
25.  Hardware Assisted Locking
Mekanisme penguncian kini bisa dilakukan di level blok, bukan lagi LUN. Dengan cara ini, pengaturan bisa dilakukan secara lebih detil dan mengurangi tugas-tugas umum seperti migrasi virtual machine, aktivasi dan deaktivasi banyak virtual machine secara bersamaan dan pembuatan virtual machine berbasis template. Fitur ini membantu proses pembuatan data center virtual dengan banyak VM secara lebih efisien dengan operasional yang lebih fleksibel. 
C. Perkenalan Infrastruktur Virtual
        Virtualisasi membuat kamu untuk menjalankan beban kerja yang lebih pada server tunggal dengan mengkonsolidasikan lingkungan sehingga aplikasi kamu berjalan pada mesin virtual. Pengkonversian ke data center yang virtual mengurangi rekaman persegi data center yang diperlukan, ruang rak, daya, kabel, penyimpanan, dan komponen jaringan dengan mengurangi jumlah mesin fisik.
Pengurangan mesin-mesin fisik dapat terealisasi dengan mengubah mesin-mesin fisik ke mesin virtual dan mengkonsolidasi mesin-mesin yang dikonversi ke dalam satu host tunggal.
Menggunakan teknologi virtual juga mengubah jalur server yang ditetapkan. Kamu tidak perlu menunggu hardware didapatkan atau pengkabelan diinstal. Pengadaan mesin virtual ditampilkan dengan menggunakan GUI. berbeda dengan proses panjang dari pengembangan server fisik, pengembangan mesin virtual dapat digunakan dalam hitungan menit.
D. Fisik dan Arsitektur Virtual

             Virtualisasi menyediakan solusi untuk banyak masalah yang diatasi oleh staff IT. Virtualisasi adalah suatu teknologi yang memisahkan fisik hardware dari suatu system operasi.Virtualisasi mengijinkan kamu untuk mengkonsolidasi dan menjalankan banyak kelebihan beban kerja sebagai mesin virtual pada computer tunggal. Mesin virtual adalah sebuah computer yang dibuat dari software tersebut, seperti computer fisik, menjalankan suatu system operasi dan aplikasi. Setiap mesin virtual terdapat hardware virtualnya sendiri, termasuk CPU virtual, memori, harddisk dan NIC, yang terlihat seperti hardware fisik pada system operasi dan aplikasi.
      Grafis yang ditampilkan pada slide menggambarkan perbedaan antara host virtual dan nonvirtualisasi. Dalam arsitektur tradisional, sistem operasi berinteraksi langsung dengan perangkat keras yang terpasang. Ini jadwal proses untuk menjalankan, mengalokasikan memori untuk aplikasi, mengirim dan menerima data pada antarmuka jaringan dan membaca dari dan menulis ke perangkat penyimpanan yang terpasang. Sebagai perbandingan, host virtualisasi berinteraksi dengan hardware yang diinstal melalui lapisan tipis dari perangkat lunak yang disebut lapisan virtualisasi atau hypervisor. Hypervisor menyediakan sumber daya fisik hardware secara dinamis untuk mesin virtual yang diperlukan untuk mendukung pengoperasian mesin virtual. Hypervisor memungkinkan mesin virtual untuk beroperasi dengan tingkat kemandirian dari dasar fisik hardware. Sebagai contoh,
sebuah mesin virtual dapat dipindahkan dari satu host fisik ke yang lainnya. Juga, disk virtualnya dapat dipindahkan dari satu jenis penyimpanan ke yang lain tanpa mempengaruhi fungsi mesin virtual.
E. Infrastruktur Fisik Data Center

            Secara tradisional, system operasi dan software berjalan dalam sebuah fisik computer. Banyak rintangan yang ditimbulkan dengan menjalankan sejumlah besar server fisik di sebuah pusat data. Modelnya tidak fleksibel dan dapat menjadi tidak efisien. Perencanaan dan biaya infrastruktur yang tepat (rekaman persegi, ruang rak, daya, pendingin, kabel, dan server provisioning) tapi ada beberapa masalah yang staff IT harus perhatikan.
       Umumnya, hubungan satu-ke-satu terjadi antara komputer fisik dan perangkat lunak yang berjalan. Hubungan ini membuat kebanyakan komputer sangat kurang dimanfaatkan, menyisakan hanya antara 5-10 persen dari kapasitas server fisik di digunakan. Biaya dari ruang dan daya diperlukan untuk gedung, menjalankan, dan menjaga sistem ini dingin bisa menjadi mahal.
      Server-server fisik provisioning merupakan suatu proses yang memakan waktu. Dalam lingkungan non-virtual, waktu harus dialokasikan untuk memperoleh hardware baru, meletakkannya pada data center, menginstal system operasi, dan mem-patch system operasi. Mengistal dan mengkonfigurasi aplikasi yang diperlukan bisa berminggu-minggu. Proses ini juga termasuk banyak sekali dari kegiatan-kegiatan lain untuk mengintegrasi system ke dalam infrastruktur, contohnya mengkonfigurasi aturan firewall, mengaktifkan port-port switch, dan penyimpanan provisioning.
F. vSphere dan Software Data Center

           Software Data Center Tertentu dianggap sebagai dasar dari komputasi awan. Software Data Center Tertentu mengembangkan data center virtual dengan komputasi terisolasi, penyimpanan, jaringan, dan sumber daya keamanan lebih cepat daripada tradisional, data center berbasis hardware.
VMware vSphere sangat penting untuk menyukseskan Software Data Center Tertentu karena menyediakan hardware dan jaringan abstraksi dan penggabungan sumber daya yang diperlukan data center dalam menyebarkan.
G. Fisik Sistem File dan vSphere VMFS

           File sistem konvensional hanya mengizinkan satu server untuk memiliki akses read-write ke file yang sama pada waktu tertentu. Sebaliknya, VMware vSphere VMFS memungkinkan arsitektur penyimpanan terdistribusi yang memungkinkan beberapa host-host ESXi bersamaan membaca dan menulis akses ke sumber daya penyimpanan bersama sama. VMFS dirancang, dibangun dan dioptimalkan untuk lingkungan virtual. VMFS adalah sistem cluster file kinerja tinggi yang dirancang untuk mesin virtual. VMFS menggunakan journal sistem file meta data terdistribusi berubah untuk memungkinkan pemulihan yang cepat dan tangguh dalam hal kegagalan hardware. VMFS meningkatkan penggunaan sumber daya dengan menyediakan beberapa mesin virtual dengan akses bersama ke gabungan konsolidasi penyimpanan cluster. VMFS juga merupakan dasar untuk layanan infrastruktur terdistribusi seperti migrasi hidup mesin virtual dan file mesin virtual, secara dinamis menyeimbangkan beban kerja melalui seluruh sumber daya perhitungan yang tersedia, me-restart otomatis mesin virtual dan toleransi kesalahan.
        VMFS menyediakan antarmuka ke sumber daya penyimpanan sehingga beberapa protokol penyimpanan (Fibre Channel, Fibre Channel over Ethernet dan iSCSI) dapat digunakan untuk mengakses datastores dimana letak mesin virtual. Pertumbuhan yang dinamis dari VMFS datastores melalui agregasi sumber daya penyimpanan dan ekspansi dinamis dari datastores VMFS memungkinkan Anda untuk meningkatkan penyimpanan gabungan sumber daya bersama tanpa downtime. Selain itu, Anda memiliki rata-rata untuk memasang salinan point-in-time dari datastore.
Namun, tidak ada sistem file yang dikumpulkan (clustered) menyediakan kemampuan VMFS. Metode penguncian terdistribusi ini menempa hubungan antara mesin virtual dan sumber daya yang mendasari penyimpanan dalam suatu cara yang tidak ada sistem file yang dikumpulkan (clustered) lain dapat sama. Kemampuan unik VMFS memungkinkan mesin virtual untuk menggabungkan cluster dengan lancar, tanpa biaya overhead manajemen.
H. Alasan Menggunakan Mesin Virtual
        Pada mesin fisik, system operasi (misalnya, Windows, UNIX, atau Linux), diinstal secara langsung pada hardware. Sistem operasi requires specific device drivers to support specific hardware. Jika computer diupgrade dengan hardware baru, dibutuhkan driver perangkat baru. Jika interface aplikasi langsung dengan driver hardware, suatu upgrade ke hardware, driver, atau keduanya dapat memiliki dampak yang signifikan jika tidak kompatibel. Dampak yang potensial ini menempatkan beban upgrade pengujian perangkat keras terhadap berbagai rangkaian aplikasi dan sistem operasi dalam pindah tangan ke personil pendukung teknis.
         Memvirtualisasi system ini menghemat biayanya karena mesin virtual 100 persen adalah software. Mesin virtual merupakan seperangkat file-file. Suatu mesin virtual menggunakan standar driver perangkat virtual. Hardware fisik dapat ditingkatkan tanpa perubahan ke mesin virtual. Berbagai mesin virtual terisolasi dari satu dengan yang lain. Anda dapat memiliki server database dan server email berjalan pada komputer fisik yang sama. Isolasi antara mesin virtual berarti bahwa masalah ketergantungan software adalah tidak masalah. Bahkan pengguna dengan hak administrator sistem pada sistem operasi tamu mesin virtual tidak dapat menembus lapisan isolasi ini untuk mengakses mesin virtual lain kecuali mereka telah secara eksplisit diberikan akses oleh administrator sistem vmware ESXiTM. Seperti hasil dari mesin isolasi virtual, jika sistem operasi tamu berjalan dalam mesin virtual gagal, mesin virtual lain pada host yang sama terus berjalan.Kegagalan system operasi tamu tidak berdampak pada hal berikut:
- Kemampuan pengguna untuk mengakses mesin virtual lainnya
- Kemampuan mesin virtual operasional untuk mengakses sumber daya yang harus mereka miliki
- Kinerja mesin virtual lainnya
      Mesin virtual memungkinkan Anda untuk mengkonsolidasikan server fisik Anda dan membuat lebih efisien penggunaan hardware Anda. Karena mesin virtual merupakan seperangkat file, fitur-fitur ada yang tidak tersedia atau tidak se efesien arsitektur fisik yang sekarang tersedia untuk Anda, contohnya:
- Penyediaan cepat dan konsisten
- Pemulihan bencana dan pilihan kelangsungan bisnis. Dengan mesin virtual, Anda dapat  menggunakan migrasi, toleransi kesalahan, dan ketersediaan yang tinggi, dan meningkatkan skenario pemulihan bencana, misalnya, bahwa
peningkatan uptime dan mengurangi waktu pemulihan ketika kegagalan terjadi
- Multitenancy memungkinkan kemampuan untuk mencampur mesin virtual ke konfigurasi khusus seperti DMZ
- Opsi keamanan yang tidak dalam infrastruktur fisik, seperti menggunakan aplikasi VMware VShield untuk mengamankan perimeter Anda dan memberikan solusi endpoint
Dengan mesin virtual, Anda dapat mendukung aplikasi warisan (tertinggal) dan sistem operasi pada perangkat keras terbaru ketika kontrak pemeliharaan pada hardware berakhir.
I. Pembagian Sumber Daya

          Sebuah konsep kunci untuk memahami virtualisasi adalah anggapan bahwa sumber daya fisik yang dibagi. Dengan virtualisasi, Anda dapat menjalankan beberapa mesin virtual pada host fisik tunggal, dengan masing-masing mesin virtual berbagi sumber daya dari satu komputer fisik melalui beberapa lingkungan. Mesin Virtual berbagi akses ke CPU-CPU dan dijadwalkan untuk dijalankan oleh hypervisor. Selain itu, mesin virtual yang ditugaskan wilayah memori mereka sendiri untuk menggunakan dan berbagi akses ke kartu jaringan fisik dan kontroler disk. Mesin virtual yang berbeda dapat menjalankan sistem operasi dan aplikasi yang berbeda pada komputer fisik yang sama.
Ketika beberapa mesin virtual berjalan pada host ESXi, setiap mesin virtual dialokasikan sebagian dari sumber daya fisik. Hypervisor menjadwalkan mesin-mesin virtual, seperti system operasi tradisional mengalokasikan memori untuk dan menjadwalkan aplikasi untuk berjalan pada berbagaiCPU. Mesin virtual, seperti aplikasi, menggunakan jaringan dan bandwidth disk. Namun, mesin virtual yang dikelola dengan mekanisme kontrol yang rumit untuk mengelola berapa banyak akses yang tersedia untuk setiap mesin virtual. Dengan pengaturan alokasi sumber daya yang default, semua mesin virtual yang berhubungan dengan host ESXi yang sama menerima bagian yang sama dari sumber daya yang tersedia.
J. Virtualisasi CPU
        Virtualisasi CPU menitikberatkan pada kinerja dan berjalan langsung pada CPU yang tersedia bila memungkinkan. Sumber daya yang mendasari fisik digunakan bila memungkinkan dan lapisan virtualisasi menjalankan instruksi hanya jika diperlukan untuk membuat mesin virtual beroperasi seolah-olah mereka berjalan secara langsung pada mesin fisik.
        Virtualisasi CPU tidak emulasi. Jangan mengacaukan emulasi dengan virtualisasi. Perbedaannya adalah dengan emulasi semua operasi dijalankan pada software dengan software emulator. Suatu software emulator mengijinkan program untuk berjalan pada system computer lain dari pada satu untuk yang mereka tulis secara original. Emulator melakukan itu dengan melebihi, atau memproduksi, tingkah laku computer original dengan penerimaan data atau masukan yang sama dan memperoleh hasil yang sama. Emulasi menyediakan portabilitas dan menjalankan perangkat lunak yang dirancang untuk satu platform melalui beberapa platform, tapi biasanya penampilan terkena dampak negatif.
      Ketika banyak mesin virtual sedang berjalan pada sebuah host ESXi, virtual-vitual mesin ini mungkin bersaing untuk sumber daya CPU. Ketika perebutan CPU terjadi, host ESXi membagi waktu prosesor fisik melewati semua mesin virtual sehingga setiap mesin virtual berjalan seolah-olah mempunyai nomor khusus dari prosesor virtual.
Sumber:
http://www.slideshare.net/ricosarfriadi/makalah-analisis-perancangan-jaringan-komputer-virtualisasi-data-center
http://www.jagatreview.com/2011/02/apakah-itu-virtualisasi-data-center/
http://www.ramansah.com/2013/04/keuntungan-implementasi-virtualisasi-di-data-center/
http://www.academia.edu/2280562/Virtualisasi_Data_Center_Sebagai_Salah_Satu_Alternatif_Solusi_Pencapaian_Target_E-Government_Yang_Efisien_dan_Efektif_Study_kasus_Badan_Pusat_Statistik_BPS_
http://www.excellent.co.id/product-services/vmware/keuntungan-teknologi-virtualisasi-cloud-computing/
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Maskolis | Johny Portal | Johny Magazine | Johny News | Johny Demosite
Copyright © 2011. Rendy Harisca - All Rights Reserved
Link Supported Panduan dan Cara Membuat Blog Template Modify by Creating Website Inspired Wordpress Hack
Proudly powered by Blogger