LAPORAN 2
“PRAKTIKUM
INSTALASI DAN JARINGAN KOMPUTER”
‘INSTALLASI dan KONFIGURASI LAN’
Oleh:
Rendy Harisca
1202186/2012
Grup 2F3
Pendidikan Teknik Informatika & Komputer
Teknik Elektronika
Fakultas Teknik
Universitas Negeri Padang
2014
A. Tujuan
- Dengan mengikuti perkuliahan ini mahasiswa diharapkan mampu menginstallasi hardware jaringan LAN dengan baik dan benar.
- Mahasiswa diharapkan memahami fungsi dan peranan protokol pada jaringan komputer.
- Mahasiswa diharapkan mampu melakukan pengalamatan (IP Address) pada komputer jaringan.
- Mahasiswa dapat membangun dan mengkonfigurasi jaringan peer to peer.
- Mahasiswa dapat membangun dan mengkonfigurasi jaringan LAN sederhana.
B. Alat dan Bahan
- Personal Computer
- LAN Card / NIC
- Switch / Hub
- Kabel Cross - Over
- Kabel Straight / Trough
C. Materi Teoritis
1. Instalasi Perangkat Keras
LAN tersusun dari beberapa
elemen dasar yang meliputi komponen hardware dan software. Komponen software
meliputi: Personal Computer (PC),Network Interface Card (NIC) dan Kabel.
Sedangkan komponen software meliputi : Sistem Operasi Jaringan, Network Adapter
Driver, Protokol Jaringan.
a. Personal Computer
Tipe personal komputer yang
digunakan di dalam jaringan akan sangat menentukan unjuk kerja dari jaringan
tersebut. Komputer dengan unjuk kerja tinggi akan mampu mengirim dan mengakses
data dalam jaringan dengan cepat. Di dalam jaringan tipe Client-Server,
komputer yang difungsikan sebagai server mutlak harus memiliki unjuk kerja
lebih tinggi dibandingkan komputer-komputer lain sebagai workstation-nya,
karena
server akan bertugas menyediakan fasilitas dan
mengelola operasional jaringan tersebut.
b. Network Interface Card (NIC) / LAN Card
Berdasarkan tipe bus, ada
beberapa tipe Network Interface Card (NIC) atau network card, yaitu ISA dan
PCI. Saat ini jenis network card yang banyak digunakan, yaitu PCI.
Kartu jaringan (NIC/LAN Card) adalah seperangkat papan
circuit yang ditancapkan pada motherboard sebuah PC yang berfungsi untuk menghubungkan
komputer dengan media jaringan.
c. Pengkabelan
Jaringan komputer pada
dasarnya adalah jaringan kabel,menghubungkan satu sisi dengan sisi yang lain,
namun bukan berarti kurva tertutup, bisa jadi merupakan kurva terbuka dengan
terminator diujungnya.Seiring dengan perkembangan teknologi, penghubung antar
komputer pun mengalami perubahan serupa, mulai dari teknologi telegraf yang memanfaatkan
gelombang radio hingga teknologi serat optik dan laser menjadi tumpuan
perkembangan jaringan komputer. Hingga sekarang, teknologi jaringan komputer
bisa menggunakan teknologi “kelas” museum (seperti 10BASE2 menggunakan kabel
Coaxial) hingga menggunakan teknologi “langit” (seperti laser dan serat optik).
Akan dibahas sedikit bagaimana komputer terhubung satu sama lain, mulai dari
teknologi kabel Coaxial hingga teknologi laser.
Pemilihan jenis kabel sangat
terkait erat dengan topologi jaringan yang digunakan. Sebagai contoh untuk
jenis topologi Ring umumnya menggunakan kabel Fiber Optik (walaupun ada juga
yang menggunakan twisted pair). Topologi Bus banyak menggunakan kabel Coaxial.
Kesulitan utama dari penggunaan kabel coaxial adalah sulit untuk mengukur
apakah kabel coaxial yang dipergunakan benar-benar matching atau tidak. Karena
kalau tidak
sungguh-sungguh diukur secara benar akan merusak NIC
(Network Interface Card) yang dipergunakan dan kinerja jaringan menjadi
terhambat, tidak mencapai kemampuan maksimalnya. Topologi jaringan Star banyak menggunakan
jenis kabel UTP. Topologi jaringan dan jenis kabel yang umum digunakan dapat
dilihat pada tabel berikut:
Setiap jenis kabel mempunyai
kemampuan dan spesifikasi yang berbeda, oleh karena itu dibuatlah pengenalan
tipe kabel. Ada tiga jenis kabel yang dikenal secara umum, yaitu:
a. Coaxial cable
b. Fiber Optik
c. Twisted pair
(UTPunshielded twisted pair dan STP shielded twisted pair)
- Cross Over
- Straight Trought
- Roll Over
2. Protokol Jaringan / IP Address
IP Address merupakan
pengenal yang digunakan umtuk memberi alamat pada tiap-tiap komputer dalam
jaringan. Format IP address adalah bilangan 32 bit yang tiap 8 bitnya
dipisahkan oleh tanda titik. Adapun format IP Address dapat berupa bentuk ‘biner’
(xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx dengan x merupakan
bilangan biner). Atau dengan bentuk empat bilangan desimal yang masing-masing
dipisahkan oleh titik bentuk ini dikenal dengan ‘dotted decimal’
(xxx.xxx.xxx.xxx adapun xxx merupakan nilai dari satu oktet/delapan bit).
Sebelumnya dikenal cara-cara
pembagian IP Address, dimana IPaddress (yang berjumlah sekitar 4 milyar) dibagi
kedalam lima kelas yakni:
Kelas A
Format :
0nnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh.hhhhhhhh
Bit pertama : 0
Panjang NetID : 8 bit
Panjang HostID : 24 bit
Byte pertama : 0-127
Jumlah : 126 Kelas A (0 dan
127 dicadangkan)
Range IP : 1.xxx.xxx.xxx
sampai 126.xxx.xxx.xxx
Jumlah IP : 16.777.214 IP
Address pada setiap Kelas A
Dekripsi : Diberikan untuk jaringan dengan jumlah host
yang besar
Kelas B
Format : 10nnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh
Bit pertama : 10
Panjang NetID : 16 bit
Panjang HostID : 16 bit
Byte pertama : 128-191
Jumlah : 16.384 Kelas B
Range IP : 128.0.xxx.xxx
sampai 191.155.xxx.xxx
Jumlah IP : 65.532 IP
Address pada setiap Kelas B
Deskripsi : Dialokasikan untuk jaringan besar dan
sedang
Kelas C
Format :
110nnnnn.nnnnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh
Bit pertama : 110
Panjang NetID : 24 bit
Panjang HostID : 8 bit
Byte pertama : 192-223
Jumlah : 2.097.152 Kelas C
Range IP : 1.xxx.xxx.xxx
sampai 223.255.255.xxx
Jumlah IP : 254 IP Address
pada setiap Kelas C
Deskripsi : Digunakan untuk jaringan berukuran kecil
Kelas D
Format : 1110mmmm.mmmmmmm.
mmmmmmm. mmmmmmm
Bit pertama : 1110
Bit multicast : 28 bit
Byte inisial : 224-247
Deskripsi : Kelas D
digunakan untuk keperluan IP multicasting (RFC 1112)
Kelas E
Format : 1111rrrr.rrrrrrrr.
rrrrrrrr. rrrrrrrr
Bit pertama : 1111
Bit cadangan : 28 bit
Byte inisial : 248-255
Deskripsi : Kelas E dicadangkan untuk keperluan
eksperimental.
Saat ini dikenal juga cara
pengalokasian IP Address dalam notasi Classless Inter Domain Routing (CIDR)
(network/mask). Istilah lain yang digunakan untuk menyebut bagian IP address
yang menunjuk suatu jaringan secara lebih spesifik yakni: Network Prefix.
Biasanya dalam menuliskan network prefix suatu kelas IP Address digunakan
tanda garis miring (Slash) “/”, diikuti dengan angka yang menunjukan
panjang network prefix ini dalam bit. Misalnya, ketika menuliskan network kelas
A dengan alokasi IP 12.xxx.xxx.xxx, network prefixnya dituliskan sebagai 12/8.
Angka 8 menunjukan notasi CIDR yang merupakan jumlah bit yang digunakan oleh network
prefix, yang berarti netmask-nya 255.0.0.0 dengan jumlah maksimum host pada
jaringan sebanyak 16.777.214 node. Contoh lain untuk menunjukan
suatu network kelas B 167.205.xxx.xxx digunakan:
167.205/18. Angka 18 merupakan notasi CIDR, yang berarti netmask yang digunakan
pada jaringan ini adalah 255.255.192.0 dengan jumlah maksimum host pada
jaringan sebanyak 16.382 node.
a. Pengalokasian IP address
IP Address terdiri atas dua
bagian yaitu network ID dan host ID.Network ID menunjukkan nomor
network, sedangkan host ID mengidentifkasikan host dalam satu network. Pengalokasian
IP address pada dasarnya ialah proses memilih network ID dan host ID yang tepat
untuk suatu jaringan. Tepat atau tidaknya konfigurasi ini tergantung dari
tujuan yang hendak dicapai, yaitu mengalokasikan IP
address se-efisien mungkin.
Terdapat beberapa aturan dasar dalam menentukan
network ID dan host ID yang hendak digunakan. Aturan tersebut adalah :
- Network ID 127.0.0.1 tidak dapat digunakan karena ia secara default digunakan dalam keperluan ‘loop-back’. (‘Loop-Back’ adalah IP address yang digunakan komputer untuk menunjukan dirinya sendiri).
- Host ID tidak boleh semua bitnya diset 1 (contoh klas A:126.255.255.255), karena akan diartikan sebagai alamat broadcast. ID broadcast merupakan alamat yang mewakili seluruh anggota jaringan. Pengiriman paket ke alamat ini akan menyebabkan paket ini didengarkan oleh seluruh anggota network tersebut.
- Network ID dan host ID tidak boleh sama dengan 0 (seluruh bit diset 0 seperti 0.0.0.0), Karena IP address dengan host ID 0 diartikan sebagai alamat network. Alamat network adalah alamat yang digunakan untuk menunjuk suatu jaringan, dan tidak menunjukan suatu host.
- Host ID harus unik dalam suatu network (dalam satu network, tidak boleh ada dua host dengan host ID yang sama).IP address, subnet mask, broadcast address merupakan dasar dari teknik routing di Internet. Untuk memahami ini semua kemampuan matematika khususnya matematika boolean, atau matematika binary akan sangat membantu memahami konsep routing Internet.
b. Alokasi IP Address di Jaringan
Teknik subnet merupakan cara
yang biasa digunakan untuk mengalokasikan sejumlah alamat IP di sebuah jaringan
(LAN atau WAN).Teknik subnet menjadi penting bila kita mempunyai alokasi IP
yang terbatas misalnya hanya ada 200 IP yang akan di distribusikan ke beberapa LAN.
Untuk memberikan gambaran, misalkan kita mempunyai
alokasi alamat IP dari 192.168.1.0 s/d 192.168.1.255 untuk 254 host, maka parameter
yang digunakan untuk alokasi tersebut adalah:
192.168.1.255 - broadcast address LAN
255.255.255.0 - subnet mask LAN
192.168.1.0 - netwok address LAN.
192.168.1.25 - contoh IP salah satu workstation di
LAN.
Perhatikan bahwa,
- Alamat IP pertama 192.168.1.0 tidak digunakan untuk workstation, tapi untuk menginformasikan bahwa LAN tersebut menggunakan alamat 192.168.1.0. Istilah keren-nya alamat IP 192.168.1.0 di sebut network address.
- Alamat IP terakhir 192.168.1.255 juga tidak digunakan untuk workstation, karena digunakan untuk alamat broadcast. Alamat broadcast digunakan untuk memberikan informasi ke seluruh workstation yang berada di network 192.168.1.0 tersebut. Contoh informasi broadcast adalah informasi routing menggunakan Routing
Information
Protocol (RIP).
·
Subnet mask LAN
255.255.255.0, dalam bahasa yang sederhana dapatditerjemahkan bahwa setiap bit
“1” menunjukan posisi network address, sedang setiap bit “0” menunjukkan posisi
host address. Konsep network address dan host address menjadi penting
sekali berkaitan erat dengan subnet mask. Perhatikan dari contoh di atas maka alamat
yang digunakan adalah :
192.168.1.0 network address
192.168.1.1 host ke 1
192.168.1.2 host ke 2
192.168.1.3 host ke 3
……
192.168.1.254 host ke 254
192.168.1.255 broacast address
Perhatikan bahwa angka
192.168.1 tidak pernah berubah sama sekali. Hal ini menyebabkan network address
yang digunakan 192.168.1.0. Jika diperhatikan maka 192.168.1 terdiri dari 24
bit yang konstan tidak berubah, hanya 8 bit terakhir yang berubah memberikan
identifikasi mesin yang mana. Tidak heran kalau netmask yang digunakan
adalah (binary) 11111111.11111111.11111111.00000000 (desimal) 255.255.255.0.
Walaupun alamat IP workstation tetap, tetapi netmask
yang digunakan di masing-masing router akan berubah-ubah bergantung pada posisi
router dalam jaringan.
D.LANGKAH
KERJA
·
Hidupkan 3 Buah PC
·
Sambungkan kabel STP dari
HUB ke masing-masing PC
·
Klik kanan pada network dan
klik open Network and sharing center
Maka akan muncul :
- Kemudian klik
Local Area Network
- Setelah itu akan muncul LAN mana yang telah terhubung
dengan kabel STP yang telah kita hubungkan sebelumnya ,dan pada LAN itu maka
klik kanan pilih properties:
Setelah
itu klik OK, Kemudian atur IP Address pada masing-maasing PC , setelah diatur
maka lihat dan test ping dengan menggunakan CMD.
E.
KESIMPULAN
Pada
proses Installasi dan konfigurasi LAN ini , kita dapat melihat proses bagaimana
terhubungnya antara 1 PC ke PC lain dengan menggunakan kabel STP, dan cara
untuk sharing data secra langsung .
Bukan
hanya itu , ketika roses test ing nya kita juga dapat melihat langsung PC mana
saja yang dapt terhubung , kemudian juga dapat melihat GRUP PC tersebut. 




0 komentar:
Posting Komentar