Home » » LAPORAN 3 - ‘Netmask – Subnetting’

LAPORAN 3 - ‘Netmask – Subnetting’

LAPORAN 3
“PRAKTIKUM INSTALASI DAN JARINGAN KOMPUTER”
‘Netmask – Subnetting’



Oleh:
Rendy Harisca
1202186/2012
Grup 2F3.4
Pendidikan Teknik Informatika & Komputer








Teknik Elektronika
Fakultas Teknik
Universitas Negeri Padang
                                                                      2014


A. Tujuan
  1. Mahasiswa diharapkan memahami fungsi dan peranan protokol pada jaringan komputer.
  2. Mahasiswa diharapkan mampu melakukan pengalamatan (IP Address) pada komputer jaringan.
  3. Mahasiswa dapat melakukan pengaturan Subnet mask pada jaringan lokal.
  4. Mahasiswa dapat memahami fungsi Subnetting pada jaringan komputer.
B. Alat dan Bahan
1. Personal Computer
2. LAN Card / NIC
3. Switch / Hub
4. Kabel ethernet Straight / Trought

C. Materi Teoritis

SUBNET MASK
Subnet mask adalah istilah yang mengacu kepada angka biner 32 bit yang
digunakan untuk membedakan network ID dengan host ID, menunjukkan letak suatu host, apakah berada di jaringan lokal atau jaringan luar.
            Penggunaan sebuah subnet mask yang disebut address mask sebagai sebuah nilai 32-bit yang digunakan untuk membedakan network identifier dari host identifier di dalam sebuah alamat IP. Bit-bit subnet mask yang didefinisikan, adalah sebagai berikut:
  • Semua bit yang ditujukan agar digunakan oleh network identifier diset ke nilai 1.
  • Semua bit yang ditujukan agar digunakan oleh host identifier diset ke nilai 0.
Setiap host di dalam sebuah jaringan yang menggunakan TCP/IP membutuhkan sebuah subnet mask meskipun berada di dalam sebuah jaringan dengan satu segmen saja, baik subnet mask default (yang digunakan ketika memakai network identifier berbasis kelas) ataupun subnet mask yang dikustomisasi (yang digunakan ketika membuat sebuah subnet atau supernet) harus dikonfigurasikan di dalam setiap node TCP/IP.
Ada dua metode yang dapat digunakan untuk merepresentasikan subnet mask,
yakni:
  • Notasi Desimal Bertitik
  • Notasi Panjang Prefiks Jaringan

Desimal Bertitik
Sebuah subnet mask biasanya diekspresikan di dalam notasi desimal bertitik (dotted decimal notation), seperti halnya alamat IP. Setelah semua bit diset sebagai bagian network identifier dan host identifier, hasil nilai 32-bit tersebut akan dikonversikan ke notasi desimal bertitik. Perlu dicatat, bahwa meskipun direpresentasikan sebagai notasi desimal bertitik, subnet mask bukanlah sebuah alamat IP.
Subnet mask default dibuat berdasarkan kelas-kelas alamat IP dan digunakan
di dalam jaringan TCP/IP yang tidak dibagi ke alam beberapa subnet.
        alamat IP www.xxx.yyy.zzz
                                                      subnet mask www.xxx.yyy.zzz
Kelas alamat                          : Kelas A
Subnet mask (biner)             : 11111111.00000000.00000000.00000000
Subnet mask(desimal)           : 255.0.0.0

Kelas alamat                          : Kelas B
Subnet mask (biner)             : 11111111.11111111.00000000.00000000
Subnet mask(desimal)           : 255.255.0.0

Kelas alamat                          : Kelas C
Subnet mask (biner)             : 11111111.11111111.11111111.00000000
Subnet mask(desimal)           : 255.255.255.0
Sebagai contoh, network identifier kelas B dari 138.96.0.0 yang memiliki
subnet mask 255.255.0.0 dapat direpresentasikan di dalam notasi prefix length
sebagai 138.96.0.0/16. Karena semua host yang berada di dalam jaringan yang sama menggunakan network identifier yang sama, maka semua host yang berada di dalam jaringan
yang sama harus menggunakan network identifier yang sama yang didefinisikan oleh subnet mask yang sama pula. Sebagai contoh, notasi 138.23.0.0/16 tidaklah sama dengan notasi 138.23.0.0/24, dan kedua jaringan tersebut tidak berada di dalam ruang alamat yang sama. Network identifier 138.23.0.0/16 memiliki range alamat IP yang valid mulai dari 138.23.0.1 hingga 138.23.255.254; sedangkan network identifier 138.23.0.0/24 hanya memiliki range alamat IP yang valid mulai dari 138.23.0.1 hingga 138.23.0.254.

Menentukan alamat Network Identifier
Untuk menentukan network identifier dari sebuah alamat IP dengan menggunakan sebuah subnet mask tertentu, dapat dilakukan dengan menggunakan sebuah operasi matematika, yaitu dengan menggunakan operasi logika perbandingan AND (AND comparison). Di dalam sebuah AND comparison, nilai dari dua hal yang diperbandingkan akan bernilai true hanya ketika dua item tersebut bernilai true; dan menjadi false jika salah satunya false. Dengan mengaplikasikan prinsip ini ke dalam bit-bit, nilai 1 akan didapat jika kedua bit yang diperbandingkan bernilai 1, dan nilai 0 jika ada salah satu di antara nilai yang
diperbandingkan bernilai 0.
Cara ini akan melakukan sebuah operasi logika AND comparison dengan menggunakan 32-bit alamat IP dan dengan 32-bit subnet mask, yang dikenal dengan operasi bitwise logical AND comparison. Hasil dari operasi bitwise alamat IP dengan subnet mask itulah yang disebut dengan network identifier.
Contoh:
Alamat IP 10000011 01101011 10100100 00011010 (131.107.164.026)
Subnet Mask 11111111 11111111 11110000 00000000 (255.255.240.000)
------------------------------------------------------------------ AND
Network ID 10000011 01101011 10100000 00000000 (131.107.160.000)

Variable-length Subnetting
Bahasan di atas merupakan sebuah contoh dari subnetting yang memiliki
panjang tetap (fixed length subnetting), yang akan menghasilkan beberapa subjaringan dengan jumlah host yang sama. Meskipun demikian, dalam kenyataannya segmen jaringan tidaklah seperti itu. Beberapa segmen jaringan membutuhkan lebih banyak alamat IP dibandingkan lainnya, dan beberapa segmen jaringan membutuhkan lebih sedikit alamat IP.
Jika proses subnetting yang menghasilkan beberapa subjaringan dengan jumlah host yang sama telah dilakukan, maka ada kemungkinan di dalam segmensegmen jaringan tersebut memiliki alamat-alamat yang tidak digunakan atau membutuhkan lebih banyak alamat. Karena itulah, dalam kasus ini proses subnetting harus dilakukan berdasarkan segmen jaringan yang dibutuhkan oleh jumlah host terbanyak. Untuk memaksimalkan penggunaan ruangan alamat yang tetap, subnetting pun diaplikasikan secara rekursif untuk membentuk beberapa subjaringan dengan ukuran bervariasi, yang diturunkan dari network identifier
yang sama. Teknik subnetting seperti ini disebut juga variable-length subnetting.
Subjaringan-subjaringan yang dibuat dengan teknik ini menggunakan subnet mask
yang disebut sebagai Variable-length Subnet Mask (VLSM). Karena semua subnet diturunkan dari network identifier yang sama, jika subnet-subnet tersebut berurutan (kontigu subnet yang berada dalam network identifier yang sama yang dapat saling berhubungan satu sama lainnya), rute yang ditujukan ke subnet-subnet tersebut dapat diringkas dengan menyingkat network identifier yang asli.
Teknik variable-length subnetting harus dilakukan secara hati-hati sehingga subnet yang dibentuk pun unik, dan dengan menggunakan subnet mask tersebut dapat dibedakan dengan subnet lainnya, meski berada dalam network identifer asli yang sama. Kehati-hatian tersebut melibatkan analisis yang lebih terhadap segmen-segmen jaringan yang akan menentukan berapa banyak segmen yang akan dibuat dan berapa banyak jumlah host dalam setiap segmennya.
Dengan menggunakan variable-length subnetting, teknik subnetting dapat
dilakukan secara rekursif: network identifier yang sebelumnya telah di-subnet-kan, di-subnet-kan kembali. Ketika melakukannya, bit-bit network identifier tersebut harus bersifat tetap dan subnetting pun dilakukan dengan mengambil sisa dari bitbit host.
VLSM (Variabel Length Subnet Mask) memungkinkan pembagian ruang IP address secara rekrusif.

D. Langkah Kerja
1. Siapkan beberapa buah PC yang sudah terpasang NIC, kabel ethernet straighttrought
    dan switch/hub.
2. Hubungkan masing-masing PC ke switch/hub menggunakan kabel ethernet,
3. Melakukan pengaturan IP Adress dan Subnet mask pada masing-masing PC
4. Pengaturan dapat dilakukan dengan cara mengklik Control Panel -> Network Connections akan muncul gambar seperti di bawah ini.



5. Klik kanan gambar di atas, kemudian pilih disable. Kemudian klik kanan lagi gambar di     atas dan pilih properties, maka akan muncul gambar seperti di bawah ini. Klik ganda Internet Protocol seperti pada gambar.



6.Selanjutnya mengisi IP Adrees dan Subnet Mask pada PC masing-masing yaitu 192.168.0.127 dan 255.255.255.0




E.KESIMPULAN dan ANALISA
1. Pada Percobaan pertama Network Address nya :
     192.168.0.127 /24 dan  255.255.255.0
NO
Test ping
Respon
Keterangan
Dari
Ke
1
192.168.0.127
192.168.0.1
Reply From
Terhubung
2
192.168.0.127
192.168.0.2
   Reply From
Terhubung
3
192.168.0.127
192.168.0.31
Reply From
Terhubung
4
192.168.0.127
192.168.0.32
Reply From
Terhubung
5
192.168.0.127
192.168.0.33
Reply From
Terhubung
6
192.168.0.127
192.168.0.62
Reply From
Terhubung
7
192.168.0.127
192.168.0.63
Reply From
Terhubung
8
192.168.0.127
192.168.0.64
Reply From
Terhubung
9
192.168.0.127
192.168.0.94
Reply From
Terhubung
10
192.168.0.127
192.168.0.95
Reply From
Terhubung
11
192.168.0.127
192.168.0.96
Reply From
Terhubung
12
192.168.0.127
192.168.0.128
Reply From
Terhubung
13
192.168.0.127
192.168.0.129
Reply From
Terhubung
14
192.168.0.127
192.168.0.160
Reply From
Terhubung
15
192.168.0.127
192.168.0.161
Reply From
Terhubung
16
192.168.0.127
192.168.0.162
Reply From
Terhubung
17
192.168.0.127
192.168.0.191
Reply From
Terhubung
18
192.168.0.127
192.168.0.192
Reply From
Terhubung
19
192.168.0.127
192.168.0.193
Reply From
Terhubung
20
192.168.0.127
192.168.0.221
Reply From
Terhubung
21
192.168.0.127
192.168.0.222
Reply From
Terhubung
22
192.168.0.127
192.168.0.223
Reply From
Terhubung

Alasan :
IP Addrees dan Netmask 192.168.0.127 / 24 dan 255.255.255.0 dapat terhubung karena dalam 1 Net sehingga membuat semua Network nya dapat terkoneksi
Contoh Analisa nya :
IP Address      : 192.           168.           0.             64            / 24
Netmask          : 255.          255.           255.          0
IP Address      : 11000000. 10101000. 00000000. 01000000
Netmask         : 11111111. 11111111. 11111111. 00000000    AND
Network         : 11000000. 10101000. 00000000. 00000000
                       : 192.            168.          0.               0
Broadcast       : 11000000. 10101000. 00000000. 11111111
                         192.            168.          0.               255
Range Adress : 192.168.0.0 s/d 192.168.0.255
Host                : 192.168.0.1 s/d 192.168.0.254
2. Pada Percobaan kedua Network addressnya :
               192.168.0.127 / 25 dan 255.255.255.128
INVALID karena IP Address & Subnet Mask semua bit di Host Address di set menjadi 1.dan IP Address didni merupakan sebuah alamat BROADCAST.
3. Pada Percobaan ketiga Network addressnya :
               192.168.0.127 / 26 dan 255.255.255.192
INVALID karena IP Address & Subnet Mask semua bit di Host Address di set menjadi 1.dan IP Address didni merupakan sebuah alamat BROADCAST.
4. Pada Percobaan keempat ini merupakan Kombinasi Network addressnya :
Ø  192.168.0.4 dan  192.168.0.5 / 24
Ø  192.168.0.31, 192.168.0.32 dan  192.168.0.33 / 25
Ø  192.168.0.62, 192.168.0.63 dan  192.168.0.64 / 26
Ø  192.168.0.94, 192.168.0.95 dan  192.168.0.96 / 27
Ø  192.168.0.127, 192.168.0.128 dan  192.168.0.129 / 24
Ø  192.168.0.160, 192.168.0.161 dan  192.168.0.162 / 25
Ø  192.168.0.191, 192.168.0.192 dan  192.168.0.193 / 26
Ø  192.168.0.221, 192.168.0.222 dan  192.168.0.223 / 27
            Dan Network yang digunakan pada percobaan ini adalah 192.168.0.127 / 24 , dan alamat tersebut merupakan alamat Broadcast , maka pada 192.168.0.64 / 26 terjadi Increachable dan pada 192.168.0.191 / 26 terjady Rely karena ini merupakan alamat broadcast , maka tidak bisa dipakai untuk Host.




Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Maskolis | Johny Portal | Johny Magazine | Johny News | Johny Demosite
Copyright © 2011. Rendy Harisca - All Rights Reserved
Link Supported Panduan dan Cara Membuat Blog Template Modify by Creating Website Inspired Wordpress Hack
Proudly powered by Blogger